Follow detikFinance
Sabtu 15 Apr 2017, 15:32 WIB

Ini Alasan Fanshurullah Asa Terpilih Jadi Kepala BPH Migas

Michael Agustinus - detikFinance
Ini Alasan Fanshurullah Asa Terpilih Jadi Kepala BPH Migas Foto: Michael Agustinus-detikFinance
Jakarta - Fanshurullah Asa terpilih menjadi Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) periode 2017-2022 melalui musyawarah di Komisi VII DPR RI pada Kamis (13/4/2017) malam.

Proses pemilihan Kepala BPH Migas berlangsung sejak Senin (10/4/2017) lalu. Panitia Seleksi (pansel) yang dipimpin Sekjen Kementerian ESDM Teguh Pamudji menyerahkan 22 nama calon kepada DPR.

DPR menguji 20 orang calon yang tersisa dari Senin (10/4/2017 sampai Kamis (13/4/2017). Fit and proper test selesai pada Kamis sore pukul16.45 WIB. Setelah itu 20 nama tersebut dikerucutkan menjadi 9 calon lewat voting.

Sembilan nama calon yang lolos itu adalah Henri Ahmad, Sumihar Panjaitan, Fanshurullah Asa, Marwansyah Lobo Balia, H Ahmad Rizal, Hari Prayoto, Jugi Prajogio, Muhammad Ibnu Fajar, Saryono Hadiwidjoyo.

Baca juga: Ini Profil Fanshurullah Asa, Kepala BPH Migas yang Baru

Sebenarnya saat memilih 9 dari 20 nama calon anggota BPH Migas, Henri Ahmad mengantongi suara terbanyak dengan 50 suara. Tapi kenapa Fanshurullah yang akhirnya terpilih jadi Kepala BPH Migas?

Wakil Ketua Komisi VII DPR, Satya Widya Yudha, menjelaskan bahwa ada beberapa aspek yang dilihat dalam uji kelayakan dan kepatutan, mulai dari kompetensi, pengalaman, pemahaman terhadap tugas pokok dan fungsi (tupoksi) BPH Migas, latar belakang pendidikan, dan sebagainya.

"Pada waktu fit and proper test, kita ada 5 pertanyaan tertulis pada seluruh calon, mulai dari soal kompetensi sampai pengalaman kerja. Kemudian dari 5 pertanyaan itu berkembang jadi pertanyaan langsung," kata Satya kepada detikFinance, Sabtu (15/4/2017).

Semua fraksi di DPR menilai bahwa Fanshurullah paling memenuhi semua aspek itu. Maka Fanshurullah terpilih secara aklamasi.

"Kita anggap beliau paling pengalaman, dia sudah 5 tahun di BPH Migas sebelumnya. Latar pendidikannya juga bagus. Waktu presentasi, kelihatan sudah paham sekali permasalahan-permasalahan di BPH Migas. Itu kelebihannya," ujar Satya.

Dengan demikian, Fanshurullah sah menjadi Kepala BPH Migas. Delapan nama lain sah terpilih sebagai Anggota Komite BPH Migas periode 2017-2022.

Satya berharap, BPH Migas di bawah pimpinan Fanshurullah Asa bisa lebih unjuk gigi dalam menjalankan fungsi-fungsinya dalam pengaturan pengawasan terhadap penyediaan dan pendistribusian BBM dan gas bumi, serta pengangkutan gas bumi melalui pipa ada kegiatan usaha hilir.

Ia juga berpesan agar Komite BPH Migas bisa bekerja dengan kompak, harmonis, tidak saling sikut.

"Kita ingin fungsi BPH Migas yang terlihat kurang saat ini supaya ada inovasi baru, betul-betul mendalami sektor hilir migas. Kita juga ingin kekompakan dalam bekerja," tutup Satya. (mca/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed