Lalu Henri Ahmad, Sumihar Panjaitan, Marwansyah Lobo Balia, H Ahmad Rizal, Hari Prayoto, Jugi Prajogio, Muhammad Ibnu Fajar, dan Saryono Hadiwidjoyo terpilih sebagai Anggota Komite BPH Migas periode 2017-2022.
Kepada para komandan baru, Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Satya Widya Yudha, berpesan agar BPH Migas bisa lebih menunjukkan tajinya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita ingin fungsi BPH Migas yang terlihat kurang saat ini supaya ada inovasi baru, betul-betul mendalami sektor hilir migas," kata Satya kepada detikFinance, Sabtu (15/4/2017).
Satya mencontohkan, program BBM Satu Harga yang dilaksanakan Pertamina saat ini perlu pengawasan. Jangan sampai BBM yang harusnya dikirim untuk masyarakat di daerah terpencil malah disalahgunakan. Masyarakat di pelosok Nusantara harus benar-benar menikmatinya. Di sini, peran BPH Migas dibutuhkan.
Selain itu, BPH Migas perlu mendorong pembangunan tangki-tangki penyimpanan BBM supaya cadangan BBM Indonesia yang saat ini hanya cukup untuk 18-22 hari bisa ditingkatkan. Ini demi ketahanan energi nasional.
"BPH Migas harus mengamankan BBM Satu Harga di seluruh Indonesia. Kita juga harus punya banyak storage, BPH Migas harus mendorong itu untuk peningkatan cadangan energi, demi keamanan nasional kita," Satya menerangkan.
Penerimaan negara juga dapat ditingkatkan jika BPH Migas bersikap tegas pada perusahaan-perusahaan di sektor hilir migas yang tak membayar kewajibannya.
"Dari 200 sekian perusahaan yang mendapat izin dari BPH Migas, hanya sekitar 100 yang bisa dipungut. Harusnya ditindak itu perusahaan yang enggak menjalankan kewajibannya," tegas Satya.
Terakhir, Satya berharap Komite BPH Migas bisa bekerja dengan kompak, harmonis, tidak saling sikut. "Kita juga ingin kekompakan dalam bekerja," tutupnya. (mca/ang)











































