Tapi setelah diteliti PLN, ternyata ada lebih banyak lagi desa yang tak berlistrik. Survei PLN menemukan adanya tambahan 1.364 desa tak berlistrik. Jadi total jumlah desa yang belum menikmati listrik mencapai 3.883 desa, alias 1,5 kali lipat dari yang disebutkan Kementerian ESDM.
"Yang belum berlistrik sebetulnya lebih banyak lagi (dari 2.519 desa). Dari survei langsung PLN di lapangan ada tambahan 1.364 desa yang belum terlistriki," ungkap Direktur Perencanaan PLN, Nicke Widyawati, dalam diskusi di Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (15/5/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bahkan foto udara bisa yang dibuat PLN sudah bisa membuat perencanaan, desa mana yang dekat dengan desa berlistrik sehingga bisa dijangkau jaringan PLN, desa mana yang terisolasi sehingga harus dilistriki dengan jaringan lokal (off grid), dan desa yang rumah-rumahnya menyebar, sehingga hanya bisa dilistriki dengan PLTS Tower.
"Rooftaging ini pakai foto udara. Program kita bisa melihat rumah-rumah, seperti Google Earth, semua rumah kita taging, sampai ratusan ribu di Papua dan Papua Barat. Setelah itu ada network planner, dibuat kelompok-kelompok. Kalau terlalu jauh (dari desa lainnya) jadi satu off grid sendiri," papar Nicke.
Agar desa-desa itu bisa segera terang benderang, PLN berusaha melakukan percepatan dalam pembangunan listrik desa, khususnya di Maluku dan Papua. Sepanjang 2016, PLN berhasil melistriki 92 desa di Papua-Papua Barat serta 34 desa di Maluku-Maluku Utara.
Kini PLN memulai pembangunan listrik desa di 2017 dengan perencanaan 365 listrik desa di Papua-Papua Barat, serta 197 desa di Maluku-Maluku Utara. Total ada 1.808 desa di Maluku dan Papua yang akan diterangi PLN dalam 3 tahun ke depan.
PLN tak sendirian dalam menerangi desa-desa ini. Kementerian ESDM juga mengalokasikan anggaran di APBN untuk melistriki desa-desa terpencil demi mewujudkan cita-cita energi berkeadilan. PLN dan Kementerian ESDM berbagi tugas, ada desa yang dilistriki PLN, dan ada yang jadi bagian Kementerian ESDM.
"Kita bersama-sama dengan Kementerian ESDM. Kita koordinasikan bersama di RUPTL (Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik). Tidak akan ada duplikasi," pungkasnya. (mca/wdl)











































