Follow detikFinance
Rabu 17 May 2017, 18:25 WIB

Produk Nuklir RI Bersaing dengan Belanda Hingga Afrika Selatan

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Produk Nuklir RI Bersaing dengan Belanda Hingga Afrika Selatan Foto: dikhy sasra
Jakarta - PT Industri Nuklir Indonesia (Persero) atau Inuki mengembangkan teknologi nuklir di tanah air dengan menghasilkan produk radioisotop. Hasil produksinya sebagian besar diekspor ke luar negeri seperti Thailand, Vietnam hingga Bangladesh.

Meski volume dan nilai produksi masih dalam jumlah yang kecil, Direktur Utama PT Inuki, Bambang Herutomo mengatakan produk radioisotop yang diekspor Inuki bersaing dengan negara-negara maju seperti Belanda, Polandia, Afrika Selatan hingga Kanada.

"Saingannya itu Belanda, Polandia, Kanada, Afrika Selatan. Australia saja dianggap anak bawang, tapi kita juga," kata Bambang saat ditemui usai acara Diskusi Ancaman dan Pemanfaatan Nuklir di Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Rabu (17/5/2017).


Niat untuk berekspansi sendiri ada untuk mengembangkan pasar yang lebih jauh lagi. Namun kapasitas produksi yang masih kecil dan perhatian yang belum optimal untuk pemanfaatannya membuat usaha Inuki untuk mencari pasar baru sulit dikembangkan.

"Kalau (permintaan) dalam negeri malah turun trennya. Karena banyak peralatan kedokteran nuklir yang sudah tua rusak, rumah sakit enggak memperbaharui. Kalau ekspor naik. Misalnya Bangladesh, Malaysia, Vietnam, Thailand, Filipina. Tapi untul memenuhi kebutuhan Jepang, China, Korea enggak sanggup kita karena kapasitas kita kecil," ujar Bambang.


Meski tak bisa menyebut angka detail bisnis perusahaan, Bambang mengaku perusahaan tak lagi menjadi BUMN yang merugi dalam operasionalnya. Namun dengan market share yang kecil membuat Inuki sulit untuk bersaing dengan produsen besar dari negara-negara dunia tersebut.

"Karena pasar itu juga yang menguasai produsen besar, kita kan enggak bisa melawan produsen besar. Kalau misalnya kita start dengan harga 5, tahu-tahu mereka bisa 4, kan kita jadi enggak bisa bersaing. Tapi kita juga cari terobosan-terobosan untuk bisa disamakanlah," pungkas Bambang. (hns/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed