Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 22 Mei 2017 10:08 WIB

PLN Minta Biaya Distribusi Gas ke PLTGU Belawan Dipangkas 50%

Michael Agustinus - detikFinance
Ilustrasi Foto: Rachman Haryanto Ilustrasi Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Dalam kunjungannya ke Medan pada akhir Maret 2017 lalu, Menteri ESDM Ignasius Jonan menyoroti mahalnya biaya distribusi gas ke pembangkit listrik tenaga gas dan uap (PLTGU) di Belawan.

Akibat mahalnya biaya distribusi ini, PLTGU Belawan tak bisa beroperasi dengan efisien. Biaya produksi listrik jadi mahal, tarif untuk masyarakat jadi susah diturunkan.

Ada sejumlah komponen biaya yang dibebankan ke PLN sehingga harga gas menjadi mahal begitu sampai di PLTGU Belawan. Mulai dari biaya angkut LNG dengan kapal, ongkos regasifikasi di Terminal LNG Arun, toll fee di pipa transmisi ruas Arun-Belawan, dan sebagainya. Totalnya sampai lebih dari US$ 4/MMBTU.

Gas untuk PLTGU Belawan berasal dari Tangguh di Papua, setelah diproses jadi LNG harganya sekitar US$ 6/MMBTU. LNG dikapalkan dengan biaya US$ 0,6/MMBTU. Sampai di Terminal Penerimaan dan Regasifikasi LNG Arun, LNG diregasifikasi dengan biaya US$ 1,56/MMBTU.

Kemudian gas dialirkan ke PLTG Belawan melalui pipa transmisi Arun-Belawan yang mengenakan toll fee sebesar US$ 2,53/MSCF. Total biaya pengapalan, regasifikasi, dan transmisi sudah US$ 4,63/MMBTU. Harga gas jadi di atas US$ 10/MMBTU begitu sampai di PLTG Belawan.

Sekarang PLN sedang bernegosiasi dengan Pertagas agar anak usaha Pertamina itu mau memangkas ongkos regasifikasi di Terminal LNG Arun dan tol fee pipa Arun-Belawan. Sesuai instruksi Jonan, Pertagas setuju menurunkan biaya-biaya itu.

"Sekarang kita lagi nego dengan Pertagas untuk menurunkan biaya distribusi gas. Pertagas sudah setuju, tinggal finalisasi angka saja," kata Direktur Bisnis Regional Sumatera PLN, Amir Rosidin, saat dihubungi detikFinance, Senin (22/5/2017).

Amir berharap tarif regasifikasi dan tol fee yang totalnya mencapai US$ 4/MMBTU bisa turun hingga US$ 2/MMBTU ke bawah, alias dikorting sekitar 50%.

"Memang sekarang tol fee kan US$ 2,54/MSCF. Biaya regasifikasi yang sekarang US$ 1,5/MMBTU kita juga lagi diskusi dengan Perta Arun Gas. Kita minta ada penurunan biaya di situ. Kita harapkan biaya distribusi jadi kepala 1 lah. Sekarang totalnya US$ 4/MMBTU," ujarnya.

Ia menambahkan, Pertagas bersedia mengurangi tol fee dan tarif regasifikasi yang dipungutnya asalkan PLN mau menambah volume gas yang diregasifikasi dan dialirkan lewat pipa Arun-Belawan.

Syarat itu bisa dipenuhi PLN karena sudah ada 2 pembangkit listrik baru di Sumatera Utara yang membutuhkan gas, yaitu Mobile Power Plant (MPP) Paya Pasir 75 MW dan Marine Vessel alias kapal listrik dari Turki yang berkapasitas 240 MW.

Ke depan, PLN juga akan membutuhkan pasokan gas untuk PLTG Arun 184 MW dan PLTG Arun Ekspansi 250 MW. Jadi, utilisasi fasilitas regasifikasi dan pipa milik Pertagas akan semakin meningkat. Kalau Pertagas memasang tarif yang ekonomis, tentu PLN tak akan ragu untuk memakainya.

"Pertagas mau menurunkan kalau makin banyak gas yang lewat. Kan sudah ada Marine Vessel 240 MW, terus ada MPP di Paya Pasir 75 MW. Ada tambahan 300-an MW, dia mau turunkan harganya," tutup Amir. (mca/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com