Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 12 Jun 2017 15:49 WIB

Ini Daftar Proyek Kilang Pertamina yang Molor

Michael Agustinus - detikFinance
Foto: Hasan Al Habshy
Jakarta - PT Pertamina (Persero) akhirnya memundurkan target penyelesaian proyek-proyek kilang minyak. Awalnya semua proyek kilang direncanakan selesai semua pada 2023. Tetapi sekarang tiap proyek mundur 1-3 tahun.

Keputusan ini diambil dengan pertimbangan kemampuan finansial. Saat ini Pertamina tengah menjalankan 4 proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) alias modifikasi kilang Cilacap, Balikpapan, Balongan, dan Dumai. Selain itu ada 2 proyek Grass Root Refinery (GRR) atau pembangunan kilang baru di Tuban dan Bontang.


Tiap proyek RDMP membutuhkan biaya investasi kurang lebih sebesar US$ 5 miliar atau Rp 65 triliun, sedangkan 1 proyek GRR nilainya sekitar US$ 12,5 miliar alias Rp 162,5 triliun. Artinya semua proyek itu memakan biaya US$ 45 miliar atau Rp 585 triliun.

Kemampuan keuangan Pertamina ternyata tak cukup kuat untuk menggenjot proyek-proyek kilang selesai di 2023, meski sudah bermitra dengan Rosneft di GRR Tuban dan Saudi Aramco di RDMP Cilacap. Itulah sebabnya proyek diulur, supaya beban keuangan Pertamina tak terlalu berat.


Berikut daftar proyek kilang Pertamina yang molor, diringkas oleh detikFinance, Senin (12/6/2017):
  • RDMP Balikpapan awalnya ditargetkan selesai 2019, mundur 1 tahun menjadi 2020.
  • RDMP Cilacap awalnya direncanakan selesai 2022, mundur ke 2023 atau 2024.
  • RDMP Balongan yang target awalnya selesai 2020 berdekatan dengan RDMP Balikpapan, mundur setahun ke 2021.
  • GRR Tuban dari rencana awal selesai tahun 2021, mundur 3 tahun sampai 2024.
  • GRR Bontang sementara tetap ditargetkan selesai pada 2023. Tapi porsi kepemilikan Pertamina di GRR Bontang hanya 5% saham, sisanya dikuasai mitra strategis.
(mca/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com