Follow detikFinance
Selasa 13 Jun 2017, 15:15 WIB

Nasib Pertamina di 8 Blok Terminasi Ditentukan Bulan Ini

Michael Agustinus - detikFinance
Nasib Pertamina di 8 Blok Terminasi Ditentukan Bulan Ini ilustrasi Foto: Grandyos Zafna
Jakarta - Pada 18 Januari 2017 lalu, pemerintah memutuskan tidak memperpanjang kontrak perusahaan-perusahaan migas asing di 8 blok yang masa kontraknya berakhir pada 2018. Selanjutnya, 8 blok terminasi itu akan dikelola PT Pertamina (Persero).

Delapan blok terminasi yang diserahkan pada Pertamina itu adalah Blok Tuban, Blok Ogan Komering, Blok Sanga-Sanga, Blok South East Sumatera (SES), Blok NSO, Blok B, Blok Tengah, dan Blok East Kalimantan.

Rencananya mulai 2018 nanti, Pertamina akan menjadi kontraktor baru di 8 blok itu. Kontrak bagi produksi (Production Sharing Contract/PSC) di semua blok tersebut tak akan lagi menggunakan skema cost recovery, tapi memakai skema gross split.

Penggunaan skema gross split ini ternyata di luar perhitungan Pertamina. BUMN perminyakan ini pun berhitung dulu, takut rugi kalau menggunakan gross split. Sampai sekarang Pertamina belum mau menandatangani kontrak di 8 blok tersebut.

Kementerian ESDM memberi waktu kepada Pertamina sampai akhir bulan ini untuk melakukan evaluasi dulu. Setelah itu, Pertamina harus segera memberi kepastian, apakah mau menjadi kontraktor atau tidak.

"Kita tunggu sampai akhir bulan. Kita lihat dulu, kita kasih kesempatan Pertamina untuk menganalisis," kata Dirjen Migas Kementerian ESDM, IGN Wiratmaja Puja, saat ditemui di Kementerian ESDM, Jakarta (13/6/2017).

Sebelumnya, Wirat juga mengungkapkan bahwa ada banyak perusahaan minyak multinasional yang melirik 8 blok migas terminasi tersebut, jika Pertamina enggan mengelolanya. "(Perusahaan) Multinasional banyak yang minat, begitu mendengar Pertamina enggak mau. Sudah pada ngontak, mereka bertanya boleh enggak ikut," kata Wirat.

Pemerintah sendiri di satu sisi mengharapkan Pertamina tetap menjadi pengelola 8 lapangan migas tersebut, tapi di sisi lain ingin segera ada kepastian agar produksi tak anjlok.

Tanpa menyebutkan nama perusahaan-perusahaan asing yang tertarik pada 8 blok migas tersebut, Wirat menyebut setidaknya sudah ada 3 negara yang perusahaan multinasionalnya menyatakan berminat.

"Perusahaan dari Malaysia, Rusia, dan China, sudah, dan lain-lain. Ya nanti nunggu Pertamina, kita sih berharap itu tetap di Pertamina, karena itu bagus-bagus," pungkasnya. (mca/ang)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed