Follow detikFinance
Selasa 20 Jun 2017, 18:23 WIB

Proyek 'Harta Karun Energi' Pertama di Maluku Dimulai

Michael Agustinus - detikFinance
Proyek Harta Karun Energi Pertama di Maluku Dimulai Foto: Michael Agustinus/detikFinance
Maluku Tengah - PT PLN (Persero) hari ini melaksanakan groundbreaking pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) Tulehu yang berkapasitas 2 x 10 MW di Desa Suli dan Tulehu, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku. Ini merupakan proyek panas bumi alias 'harta karun energi' pertama di Maluku.

Groundbreaking PLTP Tulehu dihadiri oleh Direktur Bisnis Regional Maluku-Papua PLN Haryanto WS, Direktur Perencanaan Korporat PLN Nicke Widyawati, Direktur Panas Bumi Kementerian ESDM Yunus Saefulhak, Wakil Gubernur Maluku, Zeth Sahuburua dan Anggota Komisi VII DPR Mercy Barends.

Proyel PLTP Tulehu dimulaiProyek PLTP Tulehu dimulai Foto: Ardan Adhi Chandra/detikFinance

PLTP Tulehu diharapkan dapat beroperasi secara komersial (Commercial Operation Date/COD) pada 2019. Dibangun di atas lahan seluas 1.920 Hektar, pembangkit panas bumi ini akan memperkuat sistem kelistrikan di Pulau Ambon yang sampai saat ini masih bergantung pada pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) sebesar 61,9 MW. Sementara beban puncak di Ambon sebesar 54 MW.

Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Tulehu memiliki potensi sebesar 60 MW, untuk tahap awal PLN mengembangkan dulu 20 MW. Proyek PLTP Tulehu mendapat pendanaan dari JICA, selain anggaran PLN sendiri.

Proyek PLTP Tulehu di Maluku dimulaiProyek PLTP Tulehu di Maluku dimulai Foto: Ardan Adhi Chandra/detikFinance

Pelaksanaan pengeboran dilakukan oleh PT Halliburton Logging Services Indonesia dalam bentuk kontrak Full IPM (Integrated Project Management) dengan jumlah sumur panas bumi yang akan dibor berjumlah 4, terdiri dari 3 sumur produksi dan 1 sumur injeksi dengan nilai kontrak US$ 31 juta.

Sedangkan kegiatan engineering dan supervisi pengeboran dilakukan oleh konsultan WestJec-Connusa Energindo.

"Dengan beroperasinya PLTP Tulehu, diharapkan dapat meningkatkan 32,28% daya mampu sistem Ambon sehingga sistem menjadi lebih andal, selain itu juga dapat menarik investor baru ke Ambon," ujar Direktur Perencanaan Korporat PLN, Nicke Widyawati, dalam sambutannya di Ambon, Selasa (20/6/2017).

Proyek PLTP Tulehu di Maluku dimulaiProyek PLTP Tulehu di Maluku dimulai Foto: Michael Agustinus/detikFinance

Tulehu merupakan WKP kedua yang dikembangkan oleh PLN. Menurut Nicke, ini merupakan bukti bahwa PLN mampu mengembangkan potensi panas bumi dari hulu hingga hilir, untuk memberikan tarif listrik yang ekonomis.

"Jika hasil drilling menjanjikan, maka akan dibangun 3 sumur tambahan pada tahap kedua yang terdiri dari 2 sumur produksi dan 1 sumur injeksi," terang Nicke.

Pembangunan PLTP Tulehu menjadi bukti keseriusan PLN mendukung penuh upaya pemerintah menggenjot pengembangan energi baru terbarukan (EBT) yang ditargetkan dapat mencapai sekitar 23% dari total bauran energi pada 2025.

Proyek PLTP Tulehu di Maluku dimulaiProyek PLTP Tulehu di Maluku dimulai Foto: Michael Agustinus/detikFinance

Secara keseluruhan, PLN telah mengoperasikan PLTP dengan kapasitas 600 MW dari 1.500 MW kapasitas terpasang di Indonesia.

"Dengan dibangunnya PLTP Tulehu 2 x 10 MW ini juga menjadi salah satu realisasi semangat dari PLN untuk terus menggalakan pemanfaatan sumber data energi baru dan terbarukan," tutup Nicke. (mca/hns)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed