IDD Hingga Masela Diusulkan Jadi Proyek Strategis Nasional

IDD Hingga Masela Diusulkan Jadi Proyek Strategis Nasional

Michael Agustinus - detikFinance
Kamis, 22 Jun 2017 18:58 WIB
IDD Hingga Masela Diusulkan Jadi Proyek Strategis Nasional
Foto: Michael Agustinus
Jakarta - Kementerian ESDM mengusulkan kepada Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP) agar beberapa proyek hulu migas ditetapkan sebagai proyek strategis nasional dalam Peraturan Presiden (Perpres), yaitu proyek Indonesia Deepwater Development (IDD), Masela, Jambaran Tiung Biru, dan Tangguh.

"Kan ada kriteria untuk menjadi proyek strategis nasional prioritas, yang masuk dari migas itu tambahan ada Masela, Jambaran Tiung Biru, IDD, dan satu lagi Tangguh," kata Dirjen Migas Kementerian ESDM, I Gusti Nyoman Wiratmaja Puja, saat ditemui di Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis (22/6/2017).

Untuk ditetapkan sebagai proyek strategis nasional, proyek yang diusulkan harus punya dokumen lengkap. Dokumen lengkap tersebut terdiri atas surat komitmen Penanggung Jawab Proyek Kerjasama (PJPK), formulir rencana aksi, rencana pendanaan per tahun, kajian berupa pra studi kelayakan, studi kelayakan, atau kajian pendukung lainnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jika masuk menjadi proyek strategis nasional, IDD hingga Masela akan mendapat kemudahan dan keistimewaan dari pemerintah, mulai dari kemudahan pembebasan lahan, perizinan, serta insentif-insentif. KPPIP juga akan membantu mengatasi hambatan-hambatan untuk mempercepat proyek.

"Kan ada Perpres-nya, jadi ada beberapa kemudahan misalnya pembebasan lahan, izin daerah dan sebagainya. Insenif nanti kita lihat di Perpres, ada beberapa kemudahan-kemudahan dan juga tim KPPIP di Kemenko Perekonomian akan memfasilitasi, kalau ada bottleneck mereka bantu," papar Wirat.

Kementerian ESDM berharap proyek IDD, Masela, Jambaran Tiung Biru, dan Tangguh bisa lebih dikebut bila berhasil masuk dalam daftar proyek strategis nasional.

Dengan begitu, produksi minyak dan gas nasional bisa digenjot. "Kita harapkan dalam pelaksanaannya nanti jauh lebih cepat," tutupnya. (mca/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads