Acara tersebut dihadiri Gubernur Nusa Tenggara Timur Frans Lebu raya, Kepala Kejaksaan Tinggi NTT Sunarta, serta sejumlah pimpinan PLN Wilayah Nusa Tenggara.
Dalam sambutannya, Frans Lebu raya meminta semua pihak mendukung pembangunan PLTMG, baik pemerintah maupun masyarakat di Kecamatan Waigete Karena listrik merupakan Sebuah kebutuhan untuk masyarakat dan investasi yang baik bagi swasta maupun BUMN di sini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami akan berusaha untuk menyelesaikan pembangunan sesuai target yakni 15 bulan ke depan, tentunya hal ini akan terwujud dengan bantuan semua pihak," kata Hakim dalam keterangan tertulis, Jumat (23/6/2017).
Pembangunan pembangkit baru itu merupakan bagian dari strategi bisnis PLN untuk penguatan keandalan sistem di Maumere. Penguatan dilakukan dengan membangun pembangkit, transmisi, dan gardu induk sesuai Rencana Umum Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN NTT tahun 2016-2025.
"Dalam pembangunan pembangkit baru, transmisi, hingga distribusi kami membutuhkan dukungan pemerintah dan ini bertujuan untuk meningkatkan rasio elektrifikasi. Peningkatan rasio elektrifikasi melalui optimalisasi listrik pedesaan dimana 1.200 desa sudah Harus terlistriki hingga akhir 2018," imbuh Hakim
Saat ini Sistem Maumere memiliki daya mampu total sebesar 14.250 kilowatt (kW), baik dari pembangkit milik PLN maupun sewa. Sementara beban puncak pada siang hari sebesar 7.550 kW dan malam hari sebesar 12.100 kW. (mca/dna)











































