Follow detikFinance
Senin 17 Jul 2017, 19:10 WIB

Pertamina Punya 6 Proyek Kilang, Apa Kabarnya?

Michael Agustinus - detikFinance
Pertamina Punya 6 Proyek Kilang, Apa Kabarnya? Foto: Grandyos Zafna
Jakarta - Pertamina saat ini sedang menjalankan 6 proyek kilang, yaitu 4 proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) untuk modifikasi kilang-kilang yang sudah ada, dan 2 proyek Grass Root Refinery (GRR) alias pembangunan kilang baru.

Ada proyek RDMP Balikpapan, Cilacap, Balongan, dan Dumai. Lalu proyek GRR Tuban dan Bontang. Keenam proyek kilang yang total nilai investasinya mencapai US$ 40 miliar alias lebih dari Rp 500 triliun ini ditargetkan selesai semuanya pada 2023.

Saat ini Indonesia terpaksa mengimpor 50% dari total kebutuhan BBM sebesar 1,6 juta barel per hari. Bila tak ada pembangunan kilang baru dan upgrading untuk meningkatkan kapasitas kilang, ketergantungan impor BBM akan semakin besar dan membahayakan kedaulatan energi nasional.

Dengan pembangunan kilang-kilang baru ditambah upgrade kilang-kilang eksisting, ditargetkan produksi BBM di dalam negeri bisa mencapai 2,5 juta barel per hari pada 2030.

Bagaimana perkembangan terkini proyek-proyek kilang Pertamina?

Direktur Keuangan Pertamina, Arief Budiman, yang mewakili Direktur Utama Pertamina menjelaskannya dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VII DPR RI sore ini.

Di proyek RDMP Balikpapan, Basic Engineering Design (BED) sudah selesai pada Januari 2017, izin Analisis Dampak Lingkungan (AMDAL) diperoleh pada April 2017. Front End Engineering Design (FEED) juga sudah rampung. Sekarang RDMP Balikpapan bersiap masuk ke tahap Final Investment Decision (FID).

"FEED untuk RDMP Balikpapan baru saja kami selesaikan," kata Arief dalam RDP di Gedung DPR, Jakarta, Senin (17/7/2017).

Sedangkan di RDMP Cilacap, BED sudah selesai pada kuartal II 2017. AMDAL ditargetkan selesai pada kuartal III 2017, FEED akan dimulai pada kuartal IV 2017.

Dua pekan lalu, para petinggi Saudi Aramco, perusahaan yang menjadi mitra strategis di RDMP Cilacap, dan petinggi Pertamina telah melakukan pertemuan untuk menegaskan komitmen melanjutkan proyek RDMP Cilacap.

"Untuk RDMP Cilacap, manajemen puncak Saudi Aramco dan Pertamina sudah bertemu 2 pekan lalu. Mereka mengungkapkan komitmen untuk melanjutkan, namun mereka minta penegasan apakah aset Pertamina dapat diikutsertakan atau tidak dalam Joint Venture (JV)," tutur Arief.

Kemudian untuk RDMP Balongan, conceptual study untuk mendapatkan konfigurasi baru dengan capex lebih rendah sudah selesai pada akhir 2016. Tender untuk persiapan BED sedang berlangsung dan diharapkan selesai di kuartal III tahun ini.

Lalu untuk proyek GRR Tuban, Pertamina bersama mitra strategisnya, Rosneft, telah merampungkan Technical Feasibility Study (FS) pada kuartal I 2017 dan Bankability Report pada kuartal II 2017. Sekarang Pertamina dan Rosneft bersiap mengerjakan BED GRR Tuban.

"Untuk GRR Tuban, kami dengan Rosneft sudah siap untuk masuk ke tahap BED," terang Arief.

Sementara proyek GRR Bontang sejauh ini masih sedang tender. "GRR Bontang sedang market sounding," tutupnya. (mca/hns)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed