Follow detikFinance
Rabu 23 Aug 2017, 13:15 WIB

Singapura Tawarkan Gas ke RI, Ini Kata PLN

Michael Agustinus - detikFinance
Singapura Tawarkan Gas ke RI, Ini Kata PLN Foto: Dikhy Sasra
Jakarta - PT PLN (Persero) menyatakan tertarik dengan tawaran pasokan gas alam cair (Liquefied Natural Gas/LNG) dari perusahaan asal Singapura, Keppel Offshore and Marine.

Keppel menawarkan LNG tersebut untuk bahan bakar pembangkit-pembangkit listrik tenaga gas di beberapa wilayah Indonesia.

Kepala Satuan Komunikasi Korporat PLN, I Made Suprateka, mengatakan pertimbangan utama PLN adalah kebutuhan, harga gas, dan jangka waktu pasokan.


Jika gas impor dari Singapura harganya murah dan dapat memasok untuk jangka panjang, tentu sangat membantu PLN menekan biaya produksi listrik. Bila biaya produksi listrik lebih efisien, tarif listrik untuk masyarakat bisa turun.

"Kebijakan sekarang kan impor gas sudah boleh. Kalau harganya (LNG dari Singapura) murah dan bisa untuk jangka panjang, kenapa tidak?" kata Made saat dihubungi detikFinance, Rabu (23/8/2017).

Made menambahkan, PLN tidak membatasi sumber pasokan gas, Yang penting efisien agar menguntungkan masyarakat juga. Impor bisa dari mana saja, tak harus dari Singapura.


Ia menegaskan, PLN ingin harga gas yang seefisien mungkin. Apabila akan mengimpor gas, PLN tentu lebih memilih langsung dari negara produsen gas.

"Kalau Singapura kan trader, kalau bisa langsung dari produsen gas saja," ucap Made.

Kesepakatan impor LNG rencananya akan ditandatangani pada saat perayaan hubungan diplomatik antara Indonesia dengan Singapura. Sedangkan sekarang masih tahap finalisasi.


"Ini belum final, tanda tangan nanti pas pertemuan Indonesia - Singapura. Terus terang ada politik-politiknya, tapi ini kan biar kita efisien," ujar Menko Kemaritiman, Luhut Panjaitan, beberapa waktu lalu.

Impor gas tak akan langsung direalisasikan karena harus menunggu pembangunan pembangkit listrik tenaga gas yang makan waktu sekitar 2 tahun. "Ini kan (pembangkit listrik) selesai bangun nanti dua tahun. Ya sekitar itu," kata Luhut. (mca/hns)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed