PT PLN (Persero) memperbanyak penyediaan infrastruktur pengisian Stasiun Pengisian Listrik Umum (SPLU) di berbagai wilayah di Indonesia, terutama Jakarta. Fungsi SPLU akan serupa dengan SPBU yang mampu menjadi stasiun pengisian bahan bakar kendaraan listrik.
Menurut data PLN, hingga Juli 2017 terdapat 542 SPLU di seluruh Jakarta, dan akan meningkat menjadi 1.000 SPLU pada akhir tahun ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Cikal Bakal 'SPBU' Mobil Listrik. Foto: Citra Fitri Mardiana |
SPLU berwarna putih dengan garis biru bertuliskan Beji Lintar, memiliki tipe Hook 2 kWh yang dibuat tahun 2016. Didukung 4 stop kontak, lengkap dengan meteran digital untuk memasukkan token. Dari kondisi yang terlihat, SPLU nampak aktif dan bisa digunakan.
Meski demikian, sejak pagi tadi belum terlihat ada warga yang memanfaatkan SPLU tersebut.
Cikal Bakal 'SPBU' Mobil Listrik. Foto: Citra Fitri Mardiana |
Seperti diketahui, SPLU mengadopsi sistem prabayar. Untuk dapat menggunakan SPLU tersebut, masyarakat hanya perlu mengisi pulsa (stroom) kWh meter dengan membeli token listrik melalui Payment Point Online Bank (PPOB), ATM, minimarket, dan lain-lain dengan menyebutkan ID Pelanggan yang tercantum di SPLU yang akan digunakan.
Tak hanya untuk pengisian kendaraan listrik, SPLU yang disediakan PLN tersebut juga mampu memberikan akses kepada para pedagang kaki lima atau Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang kesulitan mendapat akses listrik secara legal. Hingga beberapa di antara mereka memaksa mendapatkan aliran listrik secara ilegal dengan melakukan tindakan pencurian yang mampu menimbulkan bahaya seperti tersengat listrik bahkan kebakaran. (mkj/mkj)












































Cikal Bakal 'SPBU' Mobil Listrik. Foto: Citra Fitri Mardiana
Cikal Bakal 'SPBU' Mobil Listrik. Foto: Citra Fitri Mardiana