"Saya sudah beritahukan kolega saya, Menteri Perhubungan (Budi Karya Sumadi) untuk berinisiatif di bidang transportasi. Makanya dua bulan lalu Pak Presiden menugaskan kami untuk membuat rancangan peraturan tentang mobil listrik. Presiden mendorong sangat kuat untuk implementasi mobil listrik," kata Jonan saat membuka acara 6th IndoEBTKE ConEx di Balai Kartini, Jakarta, Rabu (13/9/2017).
Khusus mobil listrik, ia berharap bisa segera diimplementasikan karena ketergantungan pada bahan bakar fosil tak bisa lagi diteruskan pada masa mendatang. Terus berkurangnya produksi minyak menjadi alasan kuat menggenjot pemanfaatan energi terbarukan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sekarang kebutuhan BBM 1,6 juta barel per hari (bph). Kalau pertumbuhannya 5% tiap tahun, kira-kira di 2025 sekitar 2 juta bph. Kalau ada mobil listrik, energi primernya bisa berasal dari energi terbarukan mulai dari geothermal, surya, hydro dan juga dari energi fosil yang kita punya, yaitu gas bumi dan batu bara. Ini penting untuk mendorong energy security di dalam negeri," tukas Jonan. (eds/mca)











































