Follow detikFinance
Kamis 21 Sep 2017, 15:02 WIB

Dapat Listrik, Warga Desa di Maluku Ini Hemat Biaya untuk 'Lampu'

Fadhly F Rachman - detikFinance
Dapat Listrik, Warga Desa di Maluku Ini Hemat Biaya untuk Lampu Foto: Eduardo Simorangkir-detikFinance
Maluku - PT PLN (Persero) terus berupaya meningkatkan infrastruktur kelistrikan di Pulau terdepan Indonesia salah satunya Pulau Liran di Kabupaten Maluku Barat Daya, Maluku. Pulau Liran sendiri berlokasi cukup terpencil dengan jumlah penduduk sekitar 1.118 jiwa atau 236 Kepala Keluarga (KK).

PLN sendiri telah membangun infrastruktur kelistrikan di pulau tersebut pada bulan Agustus lalu, salah satunya dengan memberikan listrik gratis bagi 130 KK. Dari 236 KK yang ada di Pulau Liran, 211 di antaranya telah dilayani listrik oleh PLN yakni Desa Ustututun dan Manoha.

Sementara untuk 25 KK sisanya yang berada di daerah Dusun Uspisera, saat ini sedang dibangun Jaringan Tegangan Menengah (JTM) 4 KM dengan target menyala pada November 2017.

"Kami sedang kebut pembangunan Jaringan Tegangan Menengah untuk menghubungkan aliran listrik dari PLTD Liran menuju dusun Uspisera sepanjang 4 km, rencananya akan selesai pada bulan November, hal ini dilakukan untuk melayani kebutuhan listrik bagi 25 pelanggan yang berada di ujung Pulau Liran," Ungkap Direktur Human Capital Management PLN, Muhamad Ali dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis (21/9/2017).

Kehadiran PLN disambut hangat warga Pulau Liran, Warga mengaku sejak masuknya listrik kehidupan perekonomian mereka lebih terbantu, karena warga tidak lagi terbebani biaya bahan bakar untuk penerangan. Sebab, biaya listrik dari PLN dinilai lebih murah dengan harga subsidi yakni Rp 650/kWh dibanding untuk membeli bahan bakar minyak.

"Dulu sebelum ada listrik, saya harus menggunakan tiga pelita, dalam sebulan kami bisa menghabiskan Rp 200 hingga Rp 300 ribu rupiah, namun dengan masuknya listrik kini kami hanya membayar Rp 30-60 ribu saja per bulan," ungkap Moses salah satu warga Liran.

Muhamad Ali mengatakan, dengan adanya pasokan listrik tersebut dapat membantu warga untuk membangun dan meningkatkan taraf hidup yang lebih baik, anak-anak bisa belajar serta perekonomian mulai menggeliat.

Seluruh pasokan listrik saat ini berasal dari suplay dari Pembangkit Listrik Tenaga Diesel(PLTD) dengan daya terpasang 240 kW, dan rata-rata Biaya Pokok Produksi (BPP) di Pulau tersebut sebesar 11.182 kWh. (dna/dna)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed