Follow detikFinance
Senin 25 Sep 2017, 14:05 WIB

Pertamina Gelontorkan Rp 20 T Untuk Proyek Gas Jambaran Tiung Biru

Wahyu Daniel - detikFinance
Pertamina Gelontorkan Rp 20 T Untuk Proyek Gas Jambaran Tiung Biru Foto: Ari Saputra
Jakarta - PT Pertamina (Persero) lewat anak usahanya, PT Pertamina EP Cepu (PEPC), akan menggelontorkan dana investasi US$ 1,547 miliar atau sekitar Rp 20 triliun untuk Proyek Unitisasi Lapangan Gas Jambaran Tiung Biru (JTB).

Proyek yang berlokasi di Bojonegoro, Jawa Timur ini menjadi bagian proyek strategis nasional. Pertamina ingin proyek ini memberikan multiplier effect bagi ekonomi nasional.

Hari ini, Menteri ESDM, Ignasius Jonan, meresmikan peletakan batu pertama (groundbreaking) Proyek Unitisasi Lapangan Gas Jambaran Tiung Biru (JTB). Hadir pula dalam acara itu, Kepala SKK Migas Amien Sunaryadi, Kepala BPH Migas Fanshurullah Asa, Komisaris Utama Pertamina Tanri Abeng, Direktur Utama Pertamina Elia Massa Manik, dan Bupati Bojonegoro Suyoto.

Massa mengatakan, groundbreaking pengembangan Jambaran Tiung Biru akan menjadi harapan baru bagi Indonesia, khususnya untuk mengatasi defisit pasokan gas di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Dengan cadangan gas JTB sebesar 2,5 triliun kaki kubik (TCF), Pertamina berharap industri di Jawa Tengah dan Jawa Timur akan mendapat suplai gas yang cukup menggerakkan ekonomi nasional.

"Pengembangan lapangan JTB juga akan membuka lapangan kerja secara langsung maupun tidak langsung dan pada gilirannya akan mengurangi angka kemiskinan yang menjadi salah satu program prioritas Presiden Joko Widodo (Jokowi)," kata Massa dalam keterangannya, Senin (25/9/2017).

Setelah keluarnya Surat No 9/13/MEM.M/2017 tertanggal 3 Januari 2017, pemerintah melalui Kementerian ESDM memerintahkan Pertamina c.q. PT Pertamina EP Cepu (PEPC) untuk mengembangkan secara penuh Lapangan JTB, dan menyelesaikan proses pengalihan lapangan dengan skema B to B (antarbisnis) bersama ExxonMobil Cepu Limited.

Saat ini, menurut Massa, Pertamina masih terus menuntaskan negosiasi pengalihan hak partisipasi (participating interest/PI) dalam pengembangan JTB. Pertamina kini masih memiliki PI 45%. Pascaalih kelola, Pertamina akan menguasai PI hingga 91% dan sisanya 9% akan dimiliki badan usaha milik daerah (BUMD).

Seiring proses negoisasi tersebut, lanjutnya, telah banyak kemajuan diraih proyek JTB, antara lain tercapainya kesepakatan jual beli gas bumi dengan PT PLN (Persero) dengan harga US7,6/MMBTU pada 8 Agustus 2017.

"Kesepakatan itu menjadi awal untuk bisa mengembangkan lapangan gas JTB, karena sudah ada pembelinya," ujarnya.

Lapangan JTB memiliki kompleksitas tinggi dengan kandungan CO2 34%, fasilitas pemrosesan gas 330 juta kaki kubik per hari (million metric standard cubic feet per day/MMSCFD), dan produksi gas jual 172 MMSCFD akan dimulai pengeborannya setelah PEPC menunjuk PT Rekayasa Industri (Rekind) dan PT Japan Gas Corporation yang sudah memenangkan tender.

Massa mengatakan dengan berbagai kemajuan proyek tersebut, Pertamina optimistis Lapangan JTB akan berproduksi 2021 dan sekaligus mempercepat utilisasi pipa transmisi gas Gresik-Semarang.

"Pemanfaatan gas bisa diperluas, sehingga proyek-proyek yang sempat tertunda dan keekonomiannya diragukan, akan kembali berjalan satu per satu dan menggerakkan perekonomian di Jawa Tengah dan Jawa Timur," kata Massa.

Dia juga menambahkan, saat ini, Pertamina melalui anak perusahaan, PT Pertamina Gas (Pertagas) tengah menyelesaikan pembangunan pipa Gresik-Semarang sepanjang 267 kilometer (km) dengan nilai investasi sekitar US$ 515,7 juta.

"Dengan progres EPC (konstruksi) saat ini sudah mencapai 85%, diperkirakan proyek ini akan onstream pada pertengahan tahun 2018," lanjutnya.

Pipa transmisi gas Gresik-Semarang berdiameter 28 inchi dengan kapasitas penyaluran gas sebesar 500 MMSCFD tersebut dilengkapi dengan 19 future connection, sehingga berpotensi menyalurkan gas bagi industri di tujuh kabupaten/kota sepanjang Jawa Tengah dan Jawa Timur yang terlewati pipa. (wdl/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed