Teknologi baterai menjadi salah tantangan yang dalam pengembangan mobil listrik di Indonesia.
"Salah satu profesor ITB kita kejar sekarang. Ahli lithium battery mau balik ke Indonesia," kata Luhut di Kantor Staf Presiden, Jakarta Pusat, Rabu (18/10/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Luhut, ilmuwan tersebut akan kembali ke Indonesia meski penghasilan yang didapat nanti bakal lebih kecil dibandingkan di luar negeri.
"Tapi gajinya enggak kaya di sana. Dia mau seperti ini, kita kumpulin dia mau," ujar Luhut.
Pengembangan teknologi baterai ini, kata Luhut, penting untuk mendukung produksi mobil listrik dalam negeri ke depan. Dia ingin Indonesia bisa memproduksi mobil listrik sendiri.
"Mobil listrik ini sudah menjadi target kita. Harus kita selesaikan," tutur Luhut.
Dengan kehadiran mobil listrik diharapkan dapat mengurangi emisi dan meningkatkan kualitas udara. Pasalnya indeks kualitas udara di kota-kota besar mendekati level tidak sehat. (ara/hns)











































