Sang pengendara, Menteri ESDM, Ignasius Jonan, menahan kecepatan motornya rata-rata 10 km/jam, dengan sesekali menarik gas hingga untuk menambah kecepatan begitu selesai memutari tikungan. Matanya sesekali menengok ke sebuah smartphone yang terpasang di kemudi yang juga berfungsi sebagai speedometer.
Awak media yang membawa kamera pun kewalahan lantaran harus berlari-lari mengikuti kemana Jonan akan berbelok. Hampir tak ada suara mesin yang terdengar dari motor bermerk Gesits tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Enak sekali ini akselerasinya, mulus. Kalau motor bahan bakar kan pakai RON, akselerasi makan waktu, karena ada konversi energi. Kalau ini enggak, dari listrik langsung ke motor penggerak," ucap Jonan yang masih berada di atas tungganganya, Kamis (19/10/2017).
Seperti diketahui, Gesits sendiri merupakan kependekan dari Garansindo Electric Scooter ITS. Sepeda motor Iistrik pertama buatan nasional ini sepenuhnya dibangun dan dikembangkan oleh kelompok mahasiswa ITS yang dipimpin oleh Nur Yuniarto, dengan dukungan dari Garansindo dan Kementerian Riset dan Teknologi dan Pendidikan.
Foto: Muhammad Idris/detikFinance |
Gesits diciptakan sebagai kendaraan roda dua berpenggerak listrik yang ramah lingkungan dan hemat energi. Berbentuk skuter, Gesits mengaplikasi motor elektrik berdaya 5 kW dengan torsi mencapai 15Nm pada 3000 rpm.
Untuk menggerakkan motor elektriknya Gesits dibekali baterai lithium-ion dengan sistem manajemen baterai yang seluruhnya merupakan produk dalam negeri.
Hanya dibutuhkan waktu maksimal 3 jam untuk mengisi ulang energi pada baterai Gesits. Dalam kondisi baterai terisi daya penuh, motor ini mampu menempuh jarak 80-100 km dengan kecepatan maksimum mencapai 100 km/jam.
Foto: Muhammad Idris/detikFinance |












































Foto: Muhammad Idris/detikFinance
Foto: Muhammad Idris/detikFinance