"Tidak (diberikan insentif). Ini masih eksplorasi dan minta insentif. Bagaimana caranya," kata Arcandra dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Minggu (12/11/2017).
Insentif yang diminta Shell tersebut meliputi masa depresasi selama 2 tahun, pembebasan kewajiban menjual migas ke dalam negeri (Domestic Market Obligation/DMO holiday) dan tambahan pengembalian biaya modal dalam jumlah tertentu, yang berkaitan langsung dengan fasilitas produksi (investment credit) sebesar 150%.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Oleh karena itu, Arcandra menyarankan agar Shell mengubah kontraknya untuk Blok Moa menjadi skema gross split. Karena dengan skema bagi hasil gross split, Shell tidak perlu lagi meminta insentif.
"Kalau mereka mau, that's good. Saya sarankan itu, kalau berani gross split. Jadi tidak usah insentif-insentifan," ujar Arcandra. (ara/mkj)











































