Follow detikFinance
Rabu 29 Nov 2017, 19:30 WIB

Gas Rawa di Jateng, Pengganti Elpiji yang Bisa Tahan 100 Tahun

Muhammad Idris - detikFinance
Gas Rawa di Jateng, Pengganti Elpiji yang Bisa Tahan 100 Tahun Foto: Dok Pemprov Jateng
Grobogan - Puluhan keluarga kurang mampu di Desa Rajek, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, tak lagi dipusingkan dengan pembelian elpiji 3 kilogram atau gas melon.

Rumah-rumah warga di desa tersebut kini sudah teraliri gas melalui instalasi pipa dari gas alam atau disebut juga gas rawa yang ada di desa itu. Kekayaan alam berupa gas ini, bisa dimanfaatkan warga melalui bantuan pemanfaatan gas untuk pemberdayaan masyarakat 2017 dari Pemprov Jawa Tengah.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, berkesempatan mengunjungi desa tersebut, Rabu (29/11/2017). Didampingi Kepala Dinas ESDM Jateng Teguh Dwi Paryono, dan Bupati Grobogan Sri Sumarni, Ganjar menyempatkan diri menjajal gas rawa dengan salah menggoreng tempe di rumah warga yang sudah teraliri gas rawa.

Saat kompor dinyalakan, tampak api biru menyala seperti halnya menggunakan gas elpiji biasa. Tempe yang dimasak pun bisa matang sempurna. Aliran gas ini benar-benar bisa dimanfaatkan oleh warga untuk memasak. Dikatakan Ganjar, keberadaan gas tersebut merupakan anugerah Tuhan, lantaran merupakan kekayaan alam yang bisa dimanfaatkan langsung.

"Pemprov Jateng memberi bantuan instalasi dengan dikoordinir Dinas ESDM, agar gas rawa ini bisa digunakan warga, gas ini tidak akan habis dalam 100 tahun," tutur Ganjar dalam keterangan tertulis, Rabu (29/11/2017).

Sementara itu, instalasi yang sudah dipasang saat ini, sudah bisa memenuhi kebutuhan gas untuk 100 kepala keluarga. Ganjar mengatakan keberadaan gas masih akan terus diteliti kandungan dan potensinya.

"Apakah hanya di sini atau ada juga di tempat lain, ini akan terus diteliti. Kalau soal bahaya, dari hasil riset ini relatif aman karena tekanannya lebih rendah dari elpiji. Kalau elpiji 8 bar, ini 5 bar, jadi lebih aman," jelas Ganjar.

Kepala Desa Rajek Moh Dhori mengatakan, gas alam ini sudah dimanfaatkan warga selama kurang lebih dua bulan. Menurutnya, warga senang dengan adanya bantuan instalasi gas rawa.

"Efisien dan luar biasa. Seperti memakai tabung gas melon. Kompor menyala api biru dan tiada henti. Ini hebat lah pokoknya. Dua bulan ini uji coba berhasil," ungkap Dhori yang juga berharap gas rawa bisa dimanfaatkan seluruh warga desa.

Warga yang sebagian besar merupakan buruh tani dan buruh bangunan mengaku merasa terbantu dengan adanya pemanfaatan gas alam. Setidaknya, rumah yang sudah teraliri gas tak perlu lagi mengeluarkan uang untuk pembelian gas melon.

"Alhamdulillah gas ini bermanfaat, uang yang biasanya untuk beli gas bisa saya sisihkan untuk keperluan sekolah anak. Soalnya suami hanya buruh tani dan penghasilannya pas-pasan," ungkap salah seorang warga Desa Rajek, Pujiyati (45).

Penemuan gas ini berawal saat warga akan membuat sumur bor. Berkali-kali, sumur yang diharapkan bisa memenuhi kebutuhan air bersih itu justru menyemburkan air yang tinggi. Kondisi ini kemudian membuat Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jateng menerjunkan tim ahli geologi untuk melakukan riset pada 2013 lalu.

Hasilnya, ternyata kandungan gas alam melimpah terpendam di tanah desa. Secara ilmiah, ahli geologi yang diterjunkan menyebutkan bahwa gas alam di Desa Rajek itu sebagai gas rawa, yaitu gas alam yang bersemayam di kedalaman yang dangkal. Sebab gas itu bisa ditemukan hanya pada kedalaman 30-40 meter. Usia gas disebut lebih muda dan bersih dibanding gas alam yang terpendam di kedalaman ratusan hingga ribuan meter.

Dari hasil penelitian itu kemudian diciptakanlah teknologi tepat guna untuk pemanfaatan gas alam. Dari tiga titik lokasi pengeboran, air yang mengandung gas rawa itu dialirkan melalui pipanisasi menuju separator untuk dipisahkan air dan gasnya. Airnya dibuang, sedangkan gas tersebut dialirkan melalui pipa ke kompor di rumah-rumah warga. (ega/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed