Follow detikFinance
Rabu, 13 Des 2017 22:50 WIB

Kisah Perjuangan Pertamina dalam Bidikan 9 Lensa

Muhammad Idris - detikFinance
Foto: Muhammad Idris/detikcom Foto: Muhammad Idris/detikcom
Jakarta - Bukan pekerjaan mudah mendistribusikan bahan bakar minyak (BBM) di negeri kepulauan yang luas seperti Indonesia. Butuh kerja keras menyalurkan setiap tetes sumber energi tersebut hingga ke pelosok-pelosok negeri yang infrastrukturnya belum terbangun dengan baik dari Sabang sampai Merauke.

Susah payahnya distribusi BBM inilah yang digambarkan dengan jelas lewat buku berjudul '60 Tahun Pertamina: Jelajah Energi di Mata 9 Lensa'. Buku yang cetak secara digital tersebut merupakan rangkuman dari jejak langkah 9 fotografer ini melakukan perjalanan membuntuti proses distribusi BBM yang biasa dilakukan Pertamina hingga pelosok terpencil.

Direktur Utama Pertamina, Elia Massa Manik, mengatakan buku yang hadir di enam dekade Pertamina tersebut dengan detail mengisahkan perjalanan pasokan energi hingga ke seluruh pelosok negeri. Butuh perjuangan tak mudah dari mulai proses pengeboran minyak di hulu, pengolahan, hingga penyalurannya ke masyarakat.

"Buku ini hadir merekam 60 tahun Pertamina mengantarkan energi selama ini. Buku ini ditulis dari sudut pandang jurnalistik dari 9 fotografer Indonesia. Bagaimana setiap cerita di balik pengantaran energi. Ini dipersembahkan untuk masyarakat Indonesia, merekalah sumber energi bagi kami," ujar Massa di Malam Apresiasi Pertamina 2017 di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Rabu (13/12/2017).

Perjuangan salurkan BBM Satu HargaPerjuangan salurkan BBM Satu Harga Foto: Muhammad Idris/detikcom


Buku setebal 258 halaman tersebut merekam perjalanan mulai dari eksplorasi dan produksi di tengah laut (PHE ONWJ), produksi dan penyaluran gas kota di Prabumulih, operasional Kilang Balongan, pengembangan panas bumi di Jawa Barat, penyaluran BBM 1 Harga di Papua, distribusi mobil tanki BBM di Paloh Kalimantan, distribusi LPG dengan kapal Ambalat, program CSR pendidikan di perbatasan Sebatik Kalimantan, konservasi Tuntong di Aceh, serta program wirausaha mekanik pelumas di Cilacap.

Kesembilan pewarta foto itu adalah Bea Wiharta, Dwi Oblo, Agus Susanto, Aditya Noviansyah, Rosa Panggabean, Suryo Wibowo, Priyo Widiyanto, Abdul Malik MSN, dan Jerry Adiguna. Mereka menyaksikan langsung bagaimana BBM dari Timika dibawa dengan pesawat jenis Air Tractor menuju Ilaga karena tidak ada alternatif akses distribusi lainnya.

Bahkan, salah satu fotografer, Bea Wiharta, harus mengikuti penyaluran BBM selama kurang lebih 6 hari. Bea mengikuti perjalanan BBM dari TBBM Timika yang diantar untuk masyarakat di Ilaga. Dia melihat beragam tantangan yang dihadapi dalam penyaluran BBM tersebut. Mulai tantangan geografis hingga konflik sosial.

Setelah dua hari berada di Ilaga, pedalaman Pegunungan Papua, fotografer tersebut bahkan harus memperpanjang masa tinggalnya di Puncak Jaya, Papua. Lantaran penerbangannya untuk kembali ke Timika harus tertunda karena bandara sedang ditutup akibat protes warga terkait masalah lahan.

Oscar Matuloh, Kurator buku '60 Tahun Pertamina: Jelajah Energi di Mata 9 Lensa', menjelaskan gambar-gambar yang diambil di buku tersebut benar-benar kondisi yang sesuai di lapangan, karena tidak ada intervensi yang dilakukan oleh Pertamina.

"Tidak ada intervensi konten dalam pelaksanaan kolaborasi energy dan cahaya ini. Dari sana kita dapat menyimak secara subyektif, bagaimana para fotografer menafsir jelajah energy mulai dari eksplorasi, produksi dan distribusi yang menembus belantara kendala," ungkap Oscar.

VP Corporate Communication Pertamina, Adiatma Sardjito, menuturkan hadirnya buku ini, diharapkan dapat memberikan gambaran utuh bagi masyarakat bagaimana kondisi sebenarnya penyaluran energi yang dilakukan Pertamina ke pelosok negeri.

"Buku ini juga sekaligus sebagai apresiasi kepada para pekerja Pertamina dan bentuk terimakasih kami untuk masyarakat Indonesia atas dukungannya kepada Pertamina selama ini," pungkasnya. (ega/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed