Follow detikFinance
Kamis, 01 Feb 2018 13:48 WIB

Bertemu Jokowi, Dirut PLN Curhat Harga Batu Bara Tinggi

Andhika Prasetia - detikFinance
Foto: Ari Saputra Foto: Ari Saputra
Jakarta - Direktur Utama PT PLN (Persero), Sofyan Basir, bertemu Presiden Joko Widodo (Jokowi). Salah satu materi yang dibahas adalah soal harga batu bara untuk pembangkit listrik.

PLN menghendaki bisa mendapat pasokan batu bara dalam negeri (Domestic Market Obligation/DMO) dan bisa mendapat harga khusus. Hal ini disampaikan ke Presiden Jokowi.

"Masalah batu bara kami mohon untuk dapat diberikan DMO dengan persentase yang pasti untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Jangan sampai kita punya batu bara dijual semua, kan nanti repot sekali buat Indonesia, untuk PLN," tutur Sofyan di Komplek Istana Presiden, Jakarta Pusat, Kamis (1/2/2018).


"Karena bahan baku PLN 60% batu bara, dan harganya juga mudah-mudahan. Pak Jonan (Menteri ESDM Ignasius Jonan) sudah komit untuk menurunkan harga DMO," sambung Sofyan.

Menurut Sofyan, Kementerian ESDM sedang mengkaji penurunan harga batu bara. Jika tak ada perubahan, keputusan harga batu bara dalam negeri keluar Februari ini.

PLN berharap keputusan tersebut bisa meringankan biaya pengadaan batu bara.

"Mudah-mudahan Februari sudah bisa diputuskan dan tampaknya mudah-mudahan presiden juga mendukung untuk bagaimana PLN bisa mengamankan harga supaya tarif tidak naik," ujar Sofyan.


Sofyan menambahkan, permintaan PLN soal penurunan harga batu bara dalam negeri tak akan merugikan pengusaha. Sofyan menjelaskan, harga batu bara mendekati US$ 100 per metrik ton, dari sebelumnya US$ 60 per metrik ton.

Di sisi lain PLN membutuhkan sekitar 80-90 juta ton per tahun, dari total produksi dalam negeri sekitar 470 juta ton per tahun.

"Kita butuh itu hanya 80-90 juta ton. Produksi dalam negeri 470 juta ton. Hanya 25%, enggak mengganggu. Keuntungan pengusaha tetap besar," kata mantan Dirut PT Bank Rakyat Indonesia Tbk itu.

Dia optimistis pemerintah akan mengamankan harga batu bara sehingga tarif listrik tak naik.

"Pasti negara akan mengamankan PLN. Enggak mungkin kan negara mengamankan tambahan keuntungan buat pengusaha. Negara pasti mengamankan tarif listrik untuk rakyat," kata Sofyan. (hns/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed