Follow detikFinance
Selasa 06 Feb 2018, 11:13 WIB

Ada Longsor, Badan Geologi Periksa Pergerakan Tanah di Kabupaten Bogor

Ardan Adhi Chandra - detikFinance
Ada Longsor, Badan Geologi Periksa Pergerakan Tanah di Kabupaten Bogor Foto: Haris Fadhil-detikcom
Jakarta - Paska terjadinya gerakan tanah di Kabupaten Bogor, Badan Geologi Kementerian Energi Dan Sumber Daya Mineral (ESDM) segera memberangkatkan Tim Tanggap Darurat (TTD) Badan Geologi.

Tim yang saat ini sudah dilokasi bencana sudah mulai melakukan pemeriksaan guna mengetahui penyebab terjadinya gerakan tanah serta membuat rekomendasi teknis penanganan bencana gerakan tanah.

Gerakan tanah yang melanda tiga lokasi di Kabupaten Bogor menurut, Kepala Pusat Vulkanologi Dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian ESDM, Kasbani terjadi akibat curah hujan yang tinggi dengan durasi lama dan karena kemiringan lereng tebing yang terjal.

"Tim Tanggap Darurat Badan Geologi saat ini sudah berada dilokasi terjadinya gerakan tanah berupa tanah longsor di Kabupaten Bogor. Tim akan melakukan pemeriksaan di lokasi bencana untuk mengetahui penyebab terjadinya bencana," ujar Kepala Pusat Vulkanologi Dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian ESDM, Kasbani dikutip dari esdm.go.id, Selasa (6/2/2018).

Selain melakukan pemeriksaan, Tim Tanggap Darurat Badan Geologi juga akan memberikan rekomendasi teknis penanganan bencana gerakan tanah dan sosialisasi mengenai kondisi gerakan tanah yang telah terjadi kepada masyarakat yang terkena bencana.

Gerakan tanah terjadi di jalur Puncak menutup jalur utama yang terletak di tiga titik ruas jalan di Jalan Raya Puncak, yakni di seputaran Masjid Attawun, Riung Gunung dan Widuri. Gerakan tanah ini terjadi hari Senin 5 Februari 2018 pukul 09:25 WIB.

Jenis bencana gerakan tanah yang terjadi diperkirakan berupa longsoran bahan rombakan yang turun dari gunung sepanjang 20 meter. Dampak gerakan tanah longsor menutup seluruh badan jalan di Jalur Puncak.

Kasbani menjelaskan, kondisi daerah bencana di sekitar lokasi gerakan tanah berupa perbukitan dengan ketinggian lebih dari 1.318 meter di atas permukaan laut.

"Berdasarkan Peta Prakiraan Potensi Terjadi Gerakan Tanah pada Bulan Februari 2018 di Kabupaten Bogor, daerah bencana terletak pada zona potensi terjadi gerakan tanah menengah hingga tinggi, artinya daerah ini dapat terjadi gerakan tanah jika curah hujan di atas normal, terutama pada daerah yang berbatasan dengan lembah sungai, gawir, tebing jalan atau jika lereng mengalami gangguan dan gerakan tanah lama dapat aktif kembali," terang Kasbani.

(ara/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed