Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 26 Feb 2018 21:43 WIB

Pertamax Cs Naik, Harga Premium dan Solar Tetap Hingga 2019

Fadhly F Rachman - detikFinance
Foto: Agung Pambudhy Foto: Agung Pambudhy
Jakarta - Selain berupaya tak menaikkan tarif listrik, pemerintah juga berupaya agar harga BBM subsidi seperti Premium dan Solar tetap hingga 2019. Semua itu dilakukan agar harganya bisa terjangkau masyarakat.

Plt Dirjen Migas Kementerian ESDM Ego Syahrial mengatakan semua itu dilakukan guna memperhitungkan daya beli masyarakat.

"Ya kalau melihat daya beli masyarakat ya kita tidak ingin lah (tarif listrik dan BBM naik). Pemerintah kan pasti monitor. Kita bicara yang, kalau umum kan ya," kata Ego di kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (26/2/2018).


Untuk bisa menjaga hal tersebut, pemerintah bakal mengkaji berbagai upaya. Ego bilang nantinya ada berbagai mekanisme yang mungkin bisa dilakukan oleh pemerintah, khususnya dalam mempertimbangkan aspek fiskal.

"Ya kan nanti ada mekanisme, APBNP atau apa, kan selama ini kita apa, kaya solar kan subsidi fix. Subsidi solar kan Rp 500/liter. Ya bisa saja kalau memang harga minyak (naik), sekarang kan naik nih, tapi kan tetap turun dikit lagi. kalau tiba-tiba cukup signifikan dan bisa berdampak luas ya tentunya pemerintah mempertimbangkan aspek fiskal," kata dia.

"Fiskalnya misalkan APBNP kalau melihat ini begitu terus yang tadinya Rp 500/liter ya kita minta lah, tapi ini kan semua nggak serta merta begitu," sambung Ego.


Namun semua langkah itu, kata Ego, hanya sebagai contoh dan belum direncanakan oleh pemerintah. Yang pasti, tambah Ego, pemerintah terus berupaya agar harga tersebut tetap terjangkau masyarakat.

"Belum (direncanakan), tapi kita tetap ini, memiliki opsi-opsi yang, mungkin kalau kita ini kan pemerintah, saya ini kan bagian terkecil dari pemerintahan, yang penting supaya berjalan. Jadi nggak ada istilah dikorbankan," kata dia.

Sementara itu Direktur Jendral Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Andy Noorsaman Sommeng mengatakan bila tarif listrik tak naik, maka seharusnya harga BBM bersubsidi seperti Premium juga tidak naik hingga 2019.

"Logikanya jago nih, karena (tarif listrik) tidak boleh naik makanya BBM premiernya tidak boleh (berubah) Ya sudah itu saja," kata dia.


Andy menjelaskan, selain faktor tersebut ada beberapa perhitungan lain agar bisa menjaga tarif listrik tidak naik hingga 2019, salah satunya soal batu bara. Namun, dia masih belum bisa merinci berapa harga batu bara yang akan keluar tersebut.

"Kalau perlunya 80 juta ton per tahun, harganya yang affordable yang kalau dibakar tidak memberikan harga listrik yang tinggi. Kayak begitu kan sudah pekerjaan orang PLN udah tau lah hitung mau harganya berapa nggak perlu pakai rumusan. Tapi kan rumusannya segitu kan pengaruhnya ICP pengaruhnya nilai tukar," tuturnya. (ara/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com