Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 07 Mar 2018 21:23 WIB

BPH Migas Temukan Penyimpangan BBM Satu Harga di Daerah Ini

Puti Aini Yasmin - detikFinance
Foto: Michael Agustinus-detikFinance Foto: Michael Agustinus-detikFinance
Jakarta - BPH Migas menemukan penyimpangan dalam program Bahan Bakar Minyak (BBM) satu harga. Peristiwa ini terjadi di Sumenep, Madura.

Lantas, bagaimana modus penyimpangan itu?

"Pengawasan di lapangan soal harga, di Sumenep terjadi penyimpangan terkait BBM satu harga. BBM satu harga fasilitas belum dibangun tapi distribusi yang dilaporkan selalu lancar," ujar anggota Komite BPH Migas, Henry Ahmad, di kantor BPH Migas, Jakarta, Rabu (7/3/2018).


Selain itu, ada pula agen premium dan minyak solar (APMS) untuk program BBM Satu Harga sudah siap dioperasikan, tapi dalam realisasinya ternyata distribusi tak lewat APMS.

Premium dan solar justru dijual ke pengecer sebelum dipasarkan ke masyarakat.

"Ada dua APMS di mana kedua APMS ini sebetulnya adalah sarana yang sudah siap dioperasikan. Ternyata dalam mekanismenya ini dilakukan dengan model yang lain jadi tidak menggunakan APMS yang biasa tapi dari drum ke pengepul, dari pengepul ke pengecer dan pengecer jual ke masyarakat," jelasnya.


Lantas, untuk mengatasi hal itu pihaknya mengambil langkah serius dengan memberikan sanksi. BPH Migas akan menindaklanjuti persoalan tersebut bersama PT Pertamina dan pihak Pemda.

"Masalah itu sudah kami tindaklanjuti bersama dengan Pertamina dan Pemda. Jumat pekan ini kami diskusikan terkait sanksi yang akan diberikan. Rencananya APMS ini akan di non-aktifkan sementara," tutur Henry. (hns/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed