Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 08 Mar 2018 22:00 WIB

Jonan Resmikan Proyek Penyaluran Daya Lebih PLTU di Kaltim

Ardan Adhi Chandra - detikFinance
Foto: Dok. Kementerian ESDM Foto: Dok. Kementerian ESDM
Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Igansius Jonan, hari ini meresmikan proyek penyaluran kelebihan daya listrik (excess power) Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Tanjung Bara kapasitas 3x18 megawatt (MW) milik PT Kaltim Prima Coal (KPC). Proyek ini senilai US$ 150 juta ini berlokasi di Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur.

"Atas nama pemerintah, saya berterima kasih kepada KPC yang berinisiatif menyumbang sepertiga listrik dari kapasitas yang dibangun untuk disalurkan kepada masyarakat dengan tarif yang sangat kompetitif. Arahan bapak Presiden semua kegiatan usaha harus menyatu dengan masyarakat sekitar, yaitu masyarakat menerima langsung dari kegiatan usaha itu," kata Jonan dalam keterangan tertulis, Kamis (8/3/2018).

Penyaluran excess power PLTU Tanjung Bara dinilai telah membantu pemerintah mewujudkan penyediaan tenaga listrik secara berkeadilan dengan harga yang terjangkau.


"Prinsipnya sesuai sila kelima, pemerintah ingin semua lapisan masyarakat menikmati listrik dengan harga terjangkau. Jadi, proyek ini sangat meringankan kerja Pemerintah," tegas Jonan.

Proyek dengan kapasitas 3x18 MW ini dibangun sejak Oktober 2011 mampu melistriki masyarakat Kota Sangata sebanyak 25.578 kepala keluarga (KK). Guna memproduksi excess power tersebut, pembangkit ini membutuhkan batu bara kurang lebih 256.122 ton per tahun dengan nilai kalori sebesar 4.700 kcal/kg GAR (Gross Air Received).


Excess power PLTU Tanjung Bara ini melengkapi kapasitas PLTU Tanjung Bara sebelumnya 2X5 MW sehingga kapasitas PLTU Tanjung Bara menjadi 64 MW. Dari total tersebut, 30 MW digunakan untuk kebutuhan listrik di lingkungan PT KPC (captive power) dan 34 MW selebihnya merupakan excess power dimana 18 MW diantaranya telah berkontrak atau diperjualbelikan kepada PT PLN (Persero).

Beroperasinya PLTU Tanjung Bara disambut hangat oleh Pemerintah Kabupaten Kutai Timur. Bupati Kutai Timur Kasmidi Bulang mengungkapkan rasa terima kasihnya karena masyarakat bisa menikmati listrik.

"Kami mengucapkan terima kasih atas diresmikannya PLTU Tanjung Bara milik KPC. Ini bisa membantu masyarakat Kutai Timur menikmati terangnya listrik yang dikelola oleh PLN sehingga meningkatkan kesejahteraan masyarakat," kata Kasmidi.


Untuk terus menggenjot hal serupa, pemerintah, imbuh Jonan, juga akan berinisiatif mendorong perusahaan pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP) Khusus dan IUP besar untuk membangun PLTU sendiri.

"Saya mendorong semua perusahaan besar dan pemegang IUPK mengelola batubara untuk membuat PLTU sendiri, PLTU Mulut Tambang atau sepertiganya disalurkan kepada masyarakat," jelas Jonan. (ara/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed