Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 09 Mei 2018 12:00 WIB

Peluang Usaha Baru: Bikin dan Jualan Etanol

Angga Aliya ZRF - detikFinance
Foto: Nissan
Jakarta - Sidang Anggota ke-24 Dewan Energi Nasional (DEN) sudah dilaksanakan di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Jakarta Pusat, akhir tahun lalu.

Dalam sidang tersebut dibahas mengenai pelaksanaan kebijakan Bahan Bakar Nabati (BBN), antara lain biodiesel 20% (B20) dan etanol 5% (E5) pada bahan bakar untuk RON 92 ke atas.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mengatakan pemerintah sudah mulai melakukan uji coba pemakaian etanol untuk BBM. Uji coba dilakukan di Jawa Timur dengan campuran etanol 2% (E2).

Mengapa kecil sekali campuran etanolnya? Karena bahan baku yang terbatas. Padahal, kata Jonan, etanol ini bisa dibuat dari berbagai macam bahan baku, mulai dari singkong hingga jagung.

"Kenapa baru 2% itu karena etanol yang jadi masalah itu ketersediaan bahan baku dari produsen dalam negeri," ujar Jonan kepada detikFinance di kantornya, Selasa (8/5/2018).

Menurut Jonan, jika ingin mengejar 5% etanol saja kira-kira membutuhkan 750 KL. Jonan tidak mau bahan bakunya ini harus impor karena bisa membebani negara.

"Kalau saya putuskan E5 atau E10 ternyata etanolnya harus impor juga, ya sama saja. Makanya kita berharap ada perusahaan dalam negeri yang bisa pasok bahan baku," jelasnya.

Saat ini sudah ada beberapa negara yang sukses mencampur etanol untuk BBM. Misalnya Amerika Serikat (AS) dan Brasil.

Amerika Serikat memproduksi etanol dari jagung, sementara Brasil dari tebu. Kedua negara ini memimpin jumlah produksi etanol. Kedua negara ini memproduksi 87.8% produksi etanol industri dunia.

Brasil dianggap sebagai negara yang pertama kali memberlakukan ekonomi bahan bakar bio secara berkelanjutan serta dianggap juga sebagai pemimpin industri bahan bakar bio.

Negara ini dijadikan model bagi beberapa negara lain, dan etanol dari gula yang dihasilkan negara ini merupakan model bahan bakar alternatif paling sukses sampai saat ini.


Menurut Jonan, BBM yang dicampur etanol ini bisa digunakan hampir di semua jenis mobil. Etanol juga dikenal sebagai bahan baku minuman alkohol.

"Jadi kalau lihat di fim-film itu pemainnya habis bensin terus motornya diisi alkohol dan bisa jalan itu memang benar bisa, karena ada kandungan etanolnya," kata Dirjen EBTKE Kementerian ESDM Rida Mulyana pada kesempatan yang sama.

Jonan menambahkan, campuran etanol pada BBM ini diharapkan bisa memberikan energi yang lebih ramah lingkungan. Sehingga polusi di Indonesia bisa dikurangi.

Masalahnya, karena bahan baku yang terbatas sehingga harga jual BBM campuran etanol menjadi lebih mahal dibandingkan BBM biasa. Sementara di negara lain, harga BBM campuran ini lebih terjangkau sehingga masyarakat diberi pilihan.

"Jadi sebenarnya ini bisa jadi peluang usaha untuk yang mau memproduksi etanol. Karena saya ingin awalnya mulai dari E5 (campuran etanol 5%) nanti pelan-pelan kan ditambah jadi E10 bahkan sampai E15. Itu semua kan harus ada kepastian bahan baku," ujar Jonan.

(ang/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com