Follow detikFinance
Rabu, 09 Mei 2018 13:13 WIB

Pak Jonan Kapan RI Bisa Punya Mobil Listrik?

Angga Aliya ZRF - detikFinance
Ilustrasi mobil listrik. Foto: Khairul Imam Ghozali Ilustrasi mobil listrik. Foto: Khairul Imam Ghozali
Jakarta - Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) berniat menghadirkan mobil listrik buatan dalam negeri. Kapan niatan ini bisa terlaksana?

Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan menjadi salah satu pihak yang terlibat dalam rencana mobil listrik lokal ini. Kira-kira kapan rencana ini terlaksana?

Menurut Jonan sebelum menuju ke era mobil listrik, Kementerian ESDM sudah menyiapkan energi terbarukan seperti biodiesel dan bioetanol sebagai bahan bakar pengganti fosil.

"Bioenergi atau yang istilahnya kebun energi, bioenergi, bioetanol, biosolar segala macam ini kan berada di antara mobil BBM fosil dan mobil listrik. Mungkin 25 tahun kemudian itu semua kendaraan harus pakai listrik," ujar Jonan kepada detikFinance di kantornya, Selasa (8/5/2018).

Tujuan dari bioenergi ini adalah mengurangi tingkat polusi. Secara perlahan tapi pasti, bioenergi dan mobil listrik ini sudah mulai dikembangkan.

"Fokusnya harus mobil listrik. Kalau Bapak Presiden (Joko Widodo) maunya lompatan langsung dari sini kita langsung memperbanyak mobil listrik sehingga sistem polusinya terkendali, kan di pembangkit-pembangkit listrik saja nggak sepanjang jalan raya," ujarnya.


"Nah ini yang saya dorong untuk mobil listrik, tapi saya nggak tahu kesiapan industri gimana dan sebagainya. Pepres mobil listrik juga sudah 6 bulan jalan tapi belum selesai-selesai juga, masih keliling ke menteri-menteri," katanya.

Jonan menambahkan, sebenarnya sambil menunggu mobil listrik masyarakat bisa menggunakan mobil hybrid terlebih dahulu. Pemerintah juga bisa mempermudah masuknya mobil listrik dengan insentif, misalnya bebas bea masuk.

Jika ingin membuat mobil listrik di dalam negeri, harus ada beberapa komponen impor yang dibebaskan bea masuknya. Sebab, masih ada komponen mobil listrik yang tidak bisa diproduksi di dalam negeri.


"Mobil listrik mungkin nggak bisa 100% lokal, kalau motor sudah dibikin. Sebenarnya bisa sih kalau mau, wong Kijang 90 atau 95% sudah lokal semua. 90%. Tinggal menyesuaikan saja bikin mobil listrik, mesinnya diganti jadi pakai dinamo dan baterai," ujarnya.

"Mobil listrik ini kan seperti mainan Tamiya, tinggal pakai dinamo sama baterai. Cuma yang ini bentuknya gede, dinamonya gede, baterainya gede. Itu (dinamo dan baterai) saja yang impor. kan nggak ada knalpot, nggak ada busi, nggak ada ruang bakar," katanya. (ang/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed