Follow detikFinance Follow Linkedin
Sabtu, 02 Jun 2018 11:45 WIB

VIVO Buka SPBU Baru, Sudah Dapat Izin?

Fadhly Fauzi Rachman - detikFinance
Foto: Fadhly F Rachman-detikFinance Foto: Fadhly F Rachman-detikFinance
Jakarta - Salah satu badan usaha penyalur bahan bakar minyak (BBM), yakni VIVO, membuka cabang Stasiun Bahan Bakar Umum (SPBU) di kawasan Jalan Raya Cilandak KKO, Jakarta Selatan. SPBU ini merupakan SPBU kedua yang dibuka VIVO di pulau Jawa setelah di Cilangkap, Jakarta Timur.

Saat pertama kali buka dan beroperasi di Cilangkap, VIVO sempat menjadi sorotan karena belum mengantongi izin penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) dari Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas). Lantas, apakah di SPBU kedua ini VIVO telah mendapatkan izin?

Kepala BPH Migas Fanshurullah Asa atau akrab disapa Ivan mengatakan saat ini VIVO tak perlu memiliki izin penyaluran BBM bila hendak membuka SPBU barunya. Hal itu sesuai dengan upaya pemerintah yang memangkas sejumlah regulasi untuk memudahkan investasi di dalam negeri.

"Kalau sekarang sudah nggak perlu izin (penyaluran). Itu kebijakan pemerintah untuk mempermudah badan usaha melakukan investasi. Jadi kalau mau investasi silahkan," kata Ivan kepada detikFinance, Jakarta, Sabtu (2/6/2018).


Ivan menjelaskan, VIVO merupakan badan usaha penyalur BBM seperti Shell maupun Total yang memiliki izin niaga umum. Dengan izin niaga umum tersebut, maka VIVO bebas untuk membuka SPBU-nya dimana saja.

"Jadi bisa saja, VIVO ngajukan ke Pemda (pemerintah daerah), Pemda kasih izin, lokasinya cocok, ya boleh saja. Tugas pemerintah kan melayani masyarakat, dengan ada SPBU baru di Cilandak, maka melayani masyarakat dalam bentuk ketersedian BBM di seluruh NKRI," jelasnya.

Yang jelas, kata Ivan, bahwa VIVO dalam pengoperasiannya tak menjual BBM penugasan atau subsidi seperti solar dan Premium. Mereka hanya dapat menjual BBM jenis umum kepada masyarakat.

"Karena yang menjual subsidi atau penugasan, solar atau Premium, kalau solar kan hanya dua perusahaan itu Pertamina dan AKR itu musti ada penugasan, seleksi dan sebagainya, tapi kalau Premium itu hanya pertamina yang punya kilang," ujarnya.

"Dulu dia pernah jual RON89, nah RON89 kan bukan RON88 yang penugasan. Saya nggak tahu masih jualan itu nggak dia, mungkin jadi RON90, RON92, bisa saja. Jadi bisa saja dia membuat SPBU dimana saja," tuturnya.




Operasional SPBU VIVO sempat tertunda karena masalah perizinan dan logo? Simak video selengkapnya di 20Detik:

[Gambas:Video 20detik]

(fdl/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed