Follow detikFinance Follow Linkedin
Sabtu, 02 Jun 2018 15:27 WIB

Bensin Apa yang Dijual VIVO di SPBU Cilandak?

Fadhly Fauzi Rachman - detikFinance
Foto: Fadhly F Rachman Foto: Fadhly F Rachman
Jakarta - Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) baru milik PT VIVO Energy Indonesia sedang dibangun di Jalan Raya Cilandak KKO, Jakarta Selatan. SPBU ini merupakan SPBU ke-dua di Jakarta, setelah di Cilangkap, Jakarta Timur.

Lantas, BBM jenis apa saja yang dijual di SPBU tersebut?

Berdasarkan penelusuran detikFinance di lokasi SPBU, saat ini VIVO masih belum memasang papan layar informasi penjualan BBM seperti SPBU pada umumnya. Itu mungkin, karena memang SPBU ini masih dalam tahap pembangunan.


Ketika dikonfirmasi kepada petugas yang berjaga di proyek pembangunan, dirinya juga tak mengetahui BBM jenis apa yang nantinya bakal dijual VIVO. Dia mengaku belum mendapat informasi.

"Nggak tahu juga ya, kan belum buka juga ini SPBU-nya," kata si petugas kepada detikFinance, Jakarta, Sabtu (2/6/2018).

Namun, bila mengacu pada penjualan BBM di SPBU pertama VIVO yang berlokasi di Cilangkap, Jakarta Timur, maka ada tiga jenis BBM yang dijual VIVO. Tiga jenis BBM tersebut ialah Revvo 89, Revvo 90, dan Revvo 92. Revvo 89 memiliki oktan yang sedikit di atas bensin Premium milik Pertamina.

Sedangkan untuk harga terakhir yang dipatok dari tiga jenis BBM tersebut ialah, Revvo 89 sebesar Rp 6.300 per liter, kemudian Revvo 90 seharga Rp 7.500 per liter, dan Revvo 92 dihargai Rp 8.250 per liter. Harga itu merupakan update terakhir pada akhir 2017 lalu.

Sementara itu, Kepala BPH Migas Fanshurullah Asa mengatakan PT Vivo Energy Indonesia tidak terlibat dalam penugasan badan usaha pelaksana penyediaan dan pendistribusian jenis BBM tertentu dan jenis BBM khusus penugasan tahun ini.


Itu artinya, pada SPBU tersebut VIVO tidak menjual BBM sekelas Premium atau RON 88 dan BBM bersubsidi seperti solar. Pria yang akrab disapa Ivan itu bilang, hingga saat ini badan usaha yang mendapat tugas tersebut PT AKR Corporindo dan PT Pertamina.

"Dia kan jual non subsidi, dia tidak ada beda dengan Shell dan Total. Karena yang menjual subsidi, kalau solar kan hanya dua perusahaan itu Pertamina dan AKR itu musti ada penugasan, seleksi dan sebagainya, tapi kalau Premium itu hanya Pertamina yang punya kilang," tutur Ivan.

(fdl/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com