Follow detikFinance
Senin, 04 Jun 2018 20:46 WIB

Nilai Akuisisi Pertagas ke PGN Kurang Dari Rp 35 T

Selfie Miftahul Jannah - detikFinance
Foto: Dok. PGN Foto: Dok. PGN
Jakarta - Kelanjutan dari pembentukan Holding BUMN Migas adalah menggabungkan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) dan PT Pertamina Gas (Pertagas). PGN akan mengakuisisi Pertagas sebagai bagian dari subholding migas yang dipimpin oleh Pertamina.

Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis, dan Media Kementerian BUMN Fajar Harry Sampurno menjelaskan biaya dana akuisisi untuk menggabungkan Pertagas ke dalam PGN dalam proses akuisisi membutuhkan biaya tak lebih dari US$ 2,5 miliar atau sekitar Rp 35 triliun (kurs 1 US$ = Rp 14.000).

"Transaksinya nggak sampai dengan US$ 2,5 miliar. Nggak perlu (rapat pemegang saham) makanya kalau dia di atas US$ 2,5 miliar, dia harus ke RUPSLB," kata dia kepada awak media setelah buka bersama di kantor Kementerian BUMN, Senin (4/6/2018).



Ia menjelaskan segala proses yang akan dilakukan untuk mengakuisisi Pertagas ke PGN akan selesai di akhir Juni 2018.

"Nanti habis Lebaran, sebelum 29 Juni lah. Tanda tangan sebelum 29 Juni," kata dia.

Adapun akuisisi Pertagas ke PGN sebelumnya terkendala aksi penolakan dari Serikat Pekerja Pertamina Gas (SPPG).

SPPG mengungkapkan sejumlah alasan untuk menolak instruksi Kementerian BUMN melebur Pertagas sebagai anak usaha PGN. Di antaranya akuisisi saham dan seluruh aset Pertagas oleh PGN disebut membutuhkan dana tunai yang sangat besar. Hal ini membuat SPPG meragukan PGN memiliki dana yang cukup untuk melakukan akuisisi tersebut.

Dikutip dari laporan keuangan 2017 kedua perusahaan, diketahui bahwa PGN memiliki kinerja yang jauh lebih baik dibandingkan Pertagas.

PGN tercatat memiliki total aset bernilai US$ 6,29 miliar. Diantaranya adalah jaringan infrastruktur pipa gas yang sampai saat ini mencapai 7.453 kilometer (km). Jumlah aset PGN tersebut 3,3 kali lipat lebih besar dibandingkan Pertagas yang hanya memiliki aset senilai US$ 1,92 miliar. Panjang pipa yang dikelola Pertagas pun hanya sepanjang 2.438 km yang digunakan untuk menyalurkan gas kepada pembeli.

Sementara dari sisi pendapatan, PGN berhasil mengumpulkan uang US$ 2,97 miliar sepanjang 2017. Realisasi itu 4,7 kali lipat lebih besar dibandingkan pendapatan Pertagas tahun lalu sebanyak US$ 625 juta.

(eds/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed