Follow detikFinance
Senin, 18 Jun 2018 15:51 WIB

571 SPBU di Jawa, Madura dan Bali Sudah Jual Premium Lagi

Hendra Kusuma - detikFinance
Foto: Rengga Sancaya Foto: Rengga Sancaya
Jakarta - Memasuki H+3 Idulfitri 1439 H, Posko Nasional Sektor Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan ketersediaan pasokan listrik, Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Liquefied Petroleum Gas (LPG) dalam kondisi aman, mengantisipasi liburan Lebaran dan arus balik hingga H+13 Lebaran nanti.

Mengutip dari laman Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (18/6/2018), laporan posko ESDM menyebutkan kondisi ketahanan BBM dalam kondisi normal untuk seluruh jenis BBM, dengan rincian jenis Premium (21 hari), Solar/Akrasol (20 hari), dan Pertalite (21 hari).

Selanjutnya, Kerosene (47 hari), Pertamax/Akra 92 (20 hari), Pertamax Turbo (42 hari), Pertamina Dex (37 hari), Dexlite (19 hari) dan Avtur (29 hari). Begitu pula kondisi stok LPG dalam kondisi normal, dengan ketahanan 17 hari. Bahan Bakar Gas (BBG) dan jaringan gas (jargas) juga dalam kondisi aman.

"Sebanyak 571 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SBPU) di Jamali juga telah menyalurkan premium kembali (reborn), pastikan arus balik ini stok BBM lancar," kata Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerjasama, Kementerian ESDM, Agung Pribadi.



Sedangkan untuk subsektor ketenagalistrikan, beban puncak malam hari 16 Juni 2018 sebagian besar dilaporkan dalam kondisi Normal. Secara keseluruhan daya mampu pasok nasional sebesar 29.845,38 MW dan beban puncak sebesar 24.870,55 MW sehingga Kapasitas cadangan daya nasional sebesar 4.548,07 MW.

Untuk kebencanaan geologi, dilaporkan terdapat 1 gunung api yang sedang beraktivitas cukup tinggi yaitu Gunung Sinabung level IV (AWAS), Gunung Agung level III (SIAGA) dan 19 gunung dalam level II (WASPADA). Khusus untuk Gunung Merapi pada Radius 3 km dari puncak G.Merapi agar dikosongkan dari aktivitas penduduk.

Selain itu dilaporkan pada tanggal 17 Juni 2018 pukul 21.52 WIB telah terjadi gempa bumi yang berada pada koordinat 109,96?BT dan 8,75?LS dengan kekuatan Magnitudo 4,2 SR pada kedalaman 25 km berjarak 103 km barat daya Bantul, DI. Yogyakarta

Diperkirakan gempa bumi ini disebabkan aktivitas zona subduksi yang terbentuk akibat tumbukan atau penunjaman Lempeng Indo-Australia terhadap Lempeng Eurasia. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang serta waspada terhadap gempa susulan dan mengikuti arahan serta informasi dari pemerintah daerah dan BPBD setempat. Masyarakat diminta untuk tidak terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab mengenai gempa bumi dan tsunami.

Sebagai informasi, di samping membentuk Posko Nasional, untuk mempermudah pengawasan dan pengaduan dari masyarakat pada periode Idulfitri 2018 di bidang energi, Kementerian ESDM telah menyediakan layanan call center 1-500-335 yang akan melayani informasi dan pengaduan masyarakat terkait penyediaan energi di seluruh wilayah Indonesia.

(eds/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed