Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 02 Jul 2018 10:30 WIB

Cara PT Timah Kejar Target Produksi Pakai Teknologi Baru

Dana Aditiasari - detikFinance
Foto: dok. PT Timah Foto: dok. PT Timah
Jakarta - PT Timah Tbk (TINS) melakukan perluasan usaha untuk menunjang bisnis utama. Tahun ini, TINS menargetkan produksi timah 35.500 ton bijih timah, naik 500 ton biji timah dibandingkan target tahun 2017 yang hanya 35.000 ton.

TINS menganggarkan belanja modal 2018 sebesar Rp 2,65 triliun Untuk mencapai target tersebut yang dialokasikan untuk investasi induk perusahaan sebesar Rp 2,23 triliun.

Dana Rp 2,23 triliun itu dipakai untuk meningkatkan kapasitas produksi sebesar Rp 994 miliar. Lalu rekondisi dan replacement sebesar Rp 575 miliar. Ada pula anggaran untuk revitalisasi aset sebesar Rp 329 miliar. Kemudian sarana pendukung sebesar Rp 222 miliar, dan pengembangan usaha sebesar Rp 107 miliar.


Sedangkan sisanya sebesar Rp 422 miliar dialokasikan untuk anak usaha yang terbagi untuk PT Rumah Sakit Bakti Timah sebesar Rp 156 miliar dan PT Timah Investasi Mineral sebesar Rp 95,8 miliar.

Kemudian juga untuk PT Dok dan Perkapalan Air Kantung dikucuri Rp 88 miliar, suntikan ke PT Timah Industri senilai Rp 74 miliar, dan PT Timah Karya Persada Properti senilai Rp 7,5 miliar.

Direktur Operasi & Produksi PT Timah Tbk. Alwin Albar, mengungkapkan, pihaknya terus berusaha melakukan inovasi teknologi dan proses penambangan. Untuk teknologi ramah lingkungan ini, PT Timah sudah menyiapkannya sejak 2012.

"Konsep teknologinya sub surface mining. Kami sudah melakukan eksperimen dan improve di akhir 2012. Proses paten pun sudah dilakukan sejak 2015, dan mulai dioperasikan pada Februari 2018," kata Alwin dalam keterangannya, Senin (2/7/2018).

Saat ini, lanjut Alwin, teknologi sub surface mining baru dioperasikan untuk penambangan di darat. Targetnya, tahun depan dengan prototype yang sama, PT Timah akan mengoprasikannya di laut.

Penggunaan teknologi ramah lingkungan tersebut mendapat sambutan positif dari Mantan Ketua Dewan Nasional Walhi Nur Kholis, menyatakan dukungannya terhadap tranformasi teknologi yang dilakukan PT Timah Tbk.

"Sejauh ini saya lihat PT Timah sudah mengembangkan banyak hal. Salah satunya, peremajaan teknologi produksi yang lebih ramah lingkungan. Kita harus apresiasi langkah yang diambil sebelum lihat hasil. Teknologi dibuat sesuai perkembangan yang terjadi saat ini. Nanti kita lihat bersama bagaimana hasilnya," ujar Nur Kholis.


Ia menambahkan, sebagai perusahaan negara, PT Timah memang sudah harus memikirkan cara untuk mengadaptasi teknologi baru yang minim kerusakan.

"Memang agak mahal, tapi di sinilah negara harus hadir," ucapnya. (dna/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed