Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 03 Jul 2018 16:26 WIB

Akuisisi Pertagas, PGN: Selama Ini di Lapangan Jadi Kompetitor

Danang Sugianto - detikFinance
Foto: dok. PGN Foto: dok. PGN
Jakarta - Proses pembentukan holding BUMN migas telah sempurna. PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) mengakuisisi 51% saham PT Pertamina Gas (Pertagas).

Nilai Transaksi saham Pertagas mencapai Rp 16,6 triliun. Batas penyelesaian transaksi adalah 90 hari sejak penandatanganan Perjanjian Jual Beli Saham Bersyarat (Conditional Sales Purchase Agreement /CSPA) pada 29 Juni 2018 yang lalu.


PGN pun cukup berpuas hati setelah proses akuisisi korporasi itu sempat berjalan alot. Bagaimana tidak Pertagas sebelumnya merupakan pesaing kuat PGN dalam bisnis gas.

"Pertagas itu kan core kita. Jadi kita lebih perkuat bisnis core kita. Tadinya bersaing dan memang cuma dua player itu yang besarkan," kata Direktur Keuangan PGN Said Reza Pahlevy di Hotel Grand Hyatt, Jakarta, Selasa (3/7/2018).


Reza mengatakan, dampak dari akuisisi Pertagas baru akan terasa dalam jangka panjang, setidaknya satu tahun ke depan.

"Kalau ditanya impact, akuisisi kan sebuah proses jangka panjang, bukan jangka pendek. Tapi yang perlu dilihat hari ini kita head to head dengan mereka. Di lapangan selama ini kan jadi kompetitor. Bayangkan nanti tidak ada kompetitor. Market dia berapa, akan menjadi market kami," tambahnya.


Di lokasi yang sama, Direktur Utama PGN Jobi Triananda Hasjim menambahkan, setelah proses akuisisi selesai, pihaknya akan fokus menyelaraskan bisnis inti dengan Pertagas dalam hal transmisi dan distribusi gas.

"Ini yang kita fokuskan untuk akuisisi. Tahapan selanjutnya kita punya opsi macam-macam bisa untuk membeli yang 49% atau banyak hal. Tapi prioritas kita sekarang 51% kita menjadi saham pengendali," tambahnya. (hns/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com