Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 20 Jul 2018 15:54 WIB

Penggunaan Biodiesel 20% Mau Diperluas ke Seluruh Mesin Kendaraan

Hendra Kusuma - detikFinance
Foto: Jhoni Hutapea Foto: Jhoni Hutapea
Jakarta - Pemerintah serius untuk menerapkan program biodiesel 20% (B20) secara penuh di Indonesia. Sebab, selain mampu menghemat devisa, pemanfaatan bahan baku lokal pun semakin tinggi, serta bisa mengurangi impor bahan bakar minyak (BBM).

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah bakal memperluas penggunaan campuran minyak kelapa sawit 20% pada BBM atau B20 di semua kendaraan bermotor.

"Pemerintah akan buat revisi Perpres yang mencakup non PSO, Non PSO tadi disampaikan jumlahnya ada 16 juta (ton). Berarti, ada penambahan demand biofuel 3,2 juta ton per tahun. Teknis akan dibahas berapa lama bisa dicapai," kata Airlangga di Kantor Presiden, Jakarta Pusat, Jumat (20/7/2018).


Airlangga menyebut, kapasitas produksi CPO nasional pada 2017 bisa mencapai 38 juta ton per tahun, untuk ekspor 7,21 juta ton, kebutuhan pangan nasional 8,86 juta ton.

"Artinya, CPO bisa digunakan untuk energi tanpa memberikan tekanan ke sektor pangan," jelas dia.

Perluasan penggunaan B20 pada aturan yang sekarang hanya berlaku pada kendaraan yang mendapatkan PSO seperti kereta api. Dengan revisi aturan tersebut, maka penggunaannya bisa diperluas ke kendaraan-kendaraan pribadi.


Adapun, kata Airlangga, kendaraan non PSO yang dimaksud adalah seperti alat-alat berat di sektor pertambangan, lalu traktor, ekskavator.

"Sesudah PSO 20% mandatori dilaksanakan, PSO dan non PSO, maka tahapan berikutnya jangka menengah, kita akan dorong industri biofuel 100%. Sudah ada teknologinya dan teknologi biofuel 100% itu melalui hidrogenasi itu teknologi yang sama dengan fuel oil. Jadi, tidak mengganggu kondisi teknis dari kendaraan bermotor atau pembangkit," papar dia. (ara/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com