Follow detikFinance
Sabtu, 21 Jul 2018 17:45 WIB

Pertamina Mau Cari Partner, Bisa Bikin Untung?

Fadhly Fauzi Rachman - detikFinance
Foto: Selfie Miftahul Jannah/detikFinance Foto: Selfie Miftahul Jannah/detikFinance
Jakarta - Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM Djoko Siswanto mengungkapkan PT Pertamina (Persero) berencana mencari partner dalam mengelola kilang yang dioperasikan. Namun, kata Djoko, rencana itu malah diartikan dengan niatan Pertamina yang hendak menjual asetnya.

Djoko mengatakan bahwa dengan adanya partner tersebut, maka kinerja keuangan Pertamina bisa lebih terjaga. Sebab, Pertamina tak perlu merogoh kocek kas internal dalam mengoperasikan aset tersebut.

"(Keuntungannya) ya masuk ke Pertamina yang jelas. Jadi Pertamina tidak gerus uang internal pertamina kalau ada partner," kata Djoko kepada detikFinance, Jakarta, Sabtu (21/7/2018).

"Kalau nggak ada partner kan otomatis uang equity internal Pertamina kan untuk ngebor dan lain-lain. Kan itu mendingan untuk urusan hilir keuangan Pertamina. Kalau tidak berpartner, tidak ada investasi masuk," sambungnya.


Djoko menjelaskan, bahwa aset yang dimaksud dalam surat Pertamina yang beredar belakangan itu sejatinya tetap menjadi aset negara. Dalam surat persetujuan itu terdapat beberapa aset yang disebutkan antara lain kilang Balikpapan dan Cilacap.

"Asetnya tidak dijual, tetap milik negara. ya kan kontraknya (kalau) habis balik ke negara. Kaya sekarang banyak kotrak yang akan habis itu balik negara. Nanti negara mau kasih ke siapa, eksisting, Pertamina, atau dioperasikan, aset tetap milik negara," jelasnya.

Lebih dari itu, Djoko mengatakan dengan Pertamina memiliki partner untuk mengelola kilang, maka bisa membuat kondisi keuangan Pertamina menjadi lebih terjaga. Khususnya, terkait dengan penugasan dari pemerintah untuk tak menaikkan harga BBM jenis Premium dan solar.

"Begini, misalnya uang internal Pertamina itu ada 10. Nah 10 kalau untuk ngebor 5, kan sisanya jadi tinggal 5. Tapi kalau untuk ngebor ada partner yang masuk, kan tidak keambil 5-nya (bisa untuk Pertamina)" tuturnya. (fdl/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed