Follow detikFinance
Kamis, 26 Jul 2018 13:03 WIB

Bos Perusahaan Energi Australia Lapor ke JK Soal Proyek LNG Sengkang

Selfie Miftahul Jannah - detikFinance
Foto: Agung Pambudhy Foto: Agung Pambudhy
Jakarta - Managing Director & CEO Energy World Corporation LTD Stewart. G Elliott pagi ini menemui Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK). Pertemuan tersebut dalam rangka courtesy call yang berlangsung di Istana Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Kamis (26/7/2018).

Dalam kesempatan tersebut, Stewart menyampaikan sejumlah hal. Salah satunya melaporkan perkembangan sejumlah proyek penyediaan liquefied natural gas (LNG) yang tengah digarap perusahaannya di Indonesia.

"Ini adalah coutressy call pada Wakil Presiden. Kami bertemu dengannya sekitar 5 tahun yang lalu, kami memulai pengembangan di Sulawesi dan Sengkang pada pengembangan ladang gas, pembangunan pembangkit listrik, dan pengembangan LNG. Dan proyek ini, pengembangan LNG sudah sekitar 90% selesai," kata dia ditemui usai pertemuan dengan JK.
Bila rampung nanti, tambah Stewart, Energy World Corporation LTD bisa segera melakukan pengiriman LNG ke seluruh wilayah di Indonesia dengan harapan bisa mendukung upaya pemerintah Indonesia menyediakan listrik berbiaya murah.

"(Setelah rampung 100%) kami akan dapat mengirim LNG ke banyak pulau di Indonesia yang akan mampu mengurangi biaya produksi listrik secara substansial," tutur dia.

Fasilitas tahap awal proyek LNG Sengkang, terdiri atas 1 modul train LNG dengan kapasitas 0,5 juta ton per tahun (MTPA), satu fasilitas penyimpanan LNG, dan satu fasilitas pemuatan LNG.
LNG yang dihasilkan dapat digunakan sebagai bahan bakar pembangkit listrik tenaga gas (PLTG) yang merupakan salah satu pembangkit listrik bertenaga energi baru terbarukan. Gas merupakan salah satu energi baru terbarukan yang dikenal ramah lingkungan dan murah ketimbang bahan bakar fosil seperti solar.

"Saya mengatakan bahwa saat ini solar sekitar 20 sen US Kw / jam dan LNG bisa menjadi sekitar 5 sen Kw / h itu akan menjadi penghematan yang sangat besar dalam subsidi," tandas dia. (dna/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed