Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 30 Jul 2018 15:43 WIB

Minta Rebut Blok Rokan dari Asing, Amien Sebut Ada Pihak 'Pekok'

Danang Sugianto - detikFinance
Foto: Lamhot Aritonang Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta - Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais dan beberapa tokoh lainnya berkumpul di gedung MPR RI guna membahas status pengelolaan Blok Rokan, Riau. Blok migas terbesar se-Indonesia ini diperebutkan oleh Pertamina dan Chevron untuk dikelola.

Amien menggarisbawahi, sesuai amanat Pasal 33 UUD 1945 dan Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) tentang lima aspek penguasaan negara, bahwa wilayah kerja migas harus berada di tangan pemerintah melalui BUMN.

"Kalau Blok Rokan dimiliki Indonesia itu berarti Pasal 33 UUD 45 sudah terpenuhi. Apalagi kalau Blok Rokan menjadi semacam contoh yang bagus. Mudah-mudahan blok-blok lain bahkan termasuk Freepprt juga bisa kembali," tuturnya di gedung Nusantara V, MPR RI, Jakarta, Senin (30/7/2018).


Namun dia memandang saat ini Indonesia mengalami fenomena korporatisasi yang mengalahkan demokrasi. Artinya kepentingan korporasi melebihi kepentingan orang banyak.

Aksi korporasi asing di Indonesia menurutnya juga didukung oleh pihak pemerintahan. Amien melihat hal tersebut saat ini dilestarikan di Indonesia. Dia menyebut pihak itu sebagai 'pekok'.

"Manusia yang paling buruk yaitu orang yang pekok tapi ndak tahu bahwa dia pekok. Jadi pasti menjengkelkan betul. Mungkin banyak orang pekok," sindirnya.

(ara/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed