Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 30 Jul 2018 19:00 WIB

Darmin Panggil Sri Mulyani dan Pertamina Bahas Tuban Petro

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Foto: Puti Aini Yasmin/detikFinance Foto: Puti Aini Yasmin/detikFinance
Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution memanggil Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati ke kantornya, Senin sore (30/7/2018). Sri Mulyani tiba di kantor Darmin sekitar pukul 17.45 WIB mengenakan pakaian dominan merah.

Selain Sri Mulyani, hadir juga Direktur Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Isa Rachmatarwata. Lalu, Direktur Keuangan PT Pertamina (Persero) Arief Budiman juga hadir dalam kesempatan ini.


Dalam agenda Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, pertemuan ini merupakan rapat koordinasi terkait Tuban Petrochemical.

Membicarakan Tuban Petrochemical tak lepas dari PT Trans Pacific Petrochemical Indonesia (TPPI). Masalah perusahaan ini tak lepas dari masalah utang.

Berdasarkan catatan detikFinance tahun 2015, TPPI yang dikelola Tuban Petro menunggak utang cukup banyak, salah satunya ke PT Pertamina (Persero). Jumlah utang TPPI ke Pertamina mencapai triliunan rupiah.

"Utang TPPI kurang lebih US$ 371 juta (Rp 4,4 triliun). Sedangkan saham Pertamina di TPPI mencapai 26,61% setelah restrukturisasi," kata Direktur Keuangan Pertamina Arief Budiman kepada detikFinance, Selasa (20/1/2015).


Dulu, Pertamina menjadi pelanggan setia TPPI. Pertamina membeli produk mulai dari bensin atau migas hingga elpiji. Utang sebesar US$ 371 juta tersebut muncul akibat tidak dikirimnya migas dan produk olahan lainnya yang merupakan pesanan Pertamina sesuai yang disepakati dalam kontrak. (ara/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed