Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 02 Agu 2018 15:47 WIB

JK Sebut Proyek Pembangkit Listrik Banyak Pakai Produk Impor

Hendra Kusuma - detikFinance
Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK)/Foto: Rengga Sancaya Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK)/Foto: Rengga Sancaya
Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) berencana untuk menunda sebagian proyek besar yang memiliki komponen bahan baku impornya tinggi. Tujuannya adalah untuk membuat neraca dagang surplus dari yang saat ini masih defisit.

Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK) mengatakan, salah satu proyek infrastruktur besar dengan komponen bahan baku impornya tinggi adalah pembangkit listrik.

"Yang banyak itu listrik itu banyak komponen impornya hampir seluruhnya," kata JK dalam acara Business Lunch di Jakarta, Kamis (2/8/2018).


JK mengaku belum dapat laporan terkait proyek-proyek apa saja yang akan ditunda pembangunannya karena menggunakan bahan baku impor tinggi.

"Ini akan diklasifikasikan untuk mengurangi impornya," papar dia.

Menurut JK, hal yang mudah untuk memperbaiki neraca perdagangan dengan meningkatkan ekspor. Namun, hal tersebut tidak semudah membalikkan telapak tangan. Contohnya, ekspor minyak kelapa sawit (CPO) yang dikenakan kampanye hitam di Eropa.


Selain itu, komitmen pengusaha dalam mencairkan devisa hasil ekspor dalam mata uang rupiah 100% pun belum maksimal dilakukan. Dia mengungkapkan, devisa hasil ekspor yang masuk baru 80% dan itu pun tidak dicairkan ke rupiah seluruhnya.

"Jadi mungkin diperlukan suatu sikap yang jelas, bahwa semua ekspor itu harus masuk devisanya, jadi tidak hanya kita perlu meningkatkan ekspor dan mengurangi impor, tapi juga dibutuhkan aturan yang lebih baik," tutup dia. (ara/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com