Follow detikFinance
Kamis, 02 Agu 2018 18:23 WIB

Darmin Pede Biodiesel 20% Bikin Neraca Dagang RI Surplus

Hendra Kusuma - detikFinance
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution/Foto: Selfie Miftahul/detikFinance Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution/Foto: Selfie Miftahul/detikFinance
Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution percaya diri jika penerapan biodiesel 20% (B20) terlaksana untuk public service obligation (PSO) dan non PSO secara penuh membuat neraca dagang Indonesia surplus.

Persoalan neraca dagang yang sampai saat ini masih defisit menjadi fokus pemerintahan Kabinet Kerja. Akar masalahnya nilai impor lebih tinggi dibandingkan dengan ekspor.

"Kita percaya begitu laksanakan B20 sampai akhir tahun secara total kita tidak defisit lagi. Ditambah kegiatan pariwisata," kata Darmin dalam acara Business Lunch di Hotel Aryaduta, Jakarta Pusat, Kamis (2/8/2018).


Dia menyebut, defisit neraca dagang sampai semester I-2018 terjadi di sektor migas yaitu sekitar US$ 5,4 miliar. Sedangkan non migasnya surplus namun hanya US$ 4,4 miliar, sehingga jika digabung hasilnya masih defisit.

Fokus pemerintah yang ingin membuat neraca perdagangan Indonesia surplus pun demi kondisi perekonomian nasional yang lebih stabil dan kuat. Apalagi soal nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

"Jadi neraca perdagangan defisitnya tidak boleh terlalu besar. Jadi pemerintah harus naikkan ekspor memperlambat impor, tapi itu umum, makanya kita pilih kebijakan yang sifatnya seperti jangkar," jelas dia.


"Apa itu, kita berlakukan B20 untuk seluruhnya. Tadinya B20 sudah berlaku, anda kalau isi diesel di SPBU itu B20. Tapi itu baru berlaku untuk mobil, ke depan segera berlaku untuk kereta api, kapal laut, alat tambang dan sebagainya," tutup dia. (ara/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed