PLN Suplai Listrik ke Kilang, Pertamina Hemat Rp 2,7 T/Tahun

PLN Suplai Listrik ke Kilang, Pertamina Hemat Rp 2,7 T/Tahun

Selfie Miftahul Jannah - detikFinance
Jumat, 03 Agu 2018 11:38 WIB
Ilustrasi Kilang Pertamina (Foto: Grandyos Zafna)
Jakarta - Lima kilang milik PT Pertamina (Persero) bakal mendapat suplai listrik dari PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) (Persero). Hal tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman mengenai kerja sama antar dua belah pihak.

Nota kesepahaman ditandatangani oleh Direktur Pengolahan Pertamina Budi Santoso Syarif bersama dengan Direktur Perencanaan Korporat PLN Syofvi Felienty Roekman.

Dari sinergi BUMN ini pemerintah akan menghemat anggaran hingga Rp 2,79 triliun per tahun. Penghematan tersebut diperoleh dari pengurangan biaya penyediaan bahan bakar (fuel oil) untuk pembangkit listrik yang digunakan untuk keperluan operasional kilang-kilang milik pertamina.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Direktur Pengolahan Pertamina Budi Santoso Syarif mengatakan layanan kelistrikan PLN untuk kilang rencananya akan berlangsung dalam dua tahap.

"Kilang minyak ini membutuhkan pasokan listrik yang besar dan stabil. Jika total beban listrik di seluruh kilang dipasok oleh PLN, maka berpotensi menghasilkan penghematan di lingkungan kilang. Jumlahnya sangat signifikan setiap tahun. Kami mengharapkan PLN mampu memberikan pasokan listrik yang cukup," kata Budi Santoso Syarif, di dalam acara Nota Kesepahaman di Hotel Gran Mahakam, Jakarta Selatan Jumat (3/8/2018).



Saat ini, lanjut Budi, Pertamina telah memanfaatkan listrik PLN walaupun sebatas untuk perumahan/apartemen dan perkantoran dengan tegangan menengah 20 kilo Volt (kV), untuk 3 kilang yaitu RU IV, RU V dan RU VI totalnya mencapai sebesar 15,7 MVA.

"Sebagai langkah awal, kami akan memberikan data terkait kebutuhan listrik bagi 5 kilang minyak. Sedangkan PLN akan mempelajari, mempersiapkan, dan menginformasikan layanan kelistrikan yang sifatnya khusus sesuai kebutuhan kilang," jelas dia.

Sementara itu, khusus RU V saat ini memasuki tahap konstruksi penyambungan dari PLN dengan kapasitas penyambungan 31,5 MVA dengan Tegangan Tinggi 150 kV untuk memasok beban kilang yang non kritikal seperti Lube Oil Complex (LOC).

Selain dari menghasilkan penghematan biaya penyediaan listrik, kerjasama ini akan memberikan manfaat tambahan bagi kilang Pertamina yakni kebutuhan fuel oil akan menurun.

Karena fuel oil yang tadinya digunakan untuk menghasilkan listrik bisa diubah menjadi produk yang lebih valuable seperti solar. Pertamina juga akan focus pada operasional dan pemeliharaan Kilang, fleksibilitas pengaturan O/H steam boiler, dan dapat menurunkan Energy Intensitas Index (EII).

"Kami berharap PLN bisa terus mengembangkan jaringan listrik dan kualitas listriknya sehingga pasokan listrik ke kilang benar-benar handal dan operasi kilang menjadi lebih handal dan efisien," kata Budi. (dna/dna)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads