Follow detikFinance
Kamis, 09 Agu 2018 16:45 WIB

PLN Bangun Pembangkit & Transmisi Rp 5,7 T untuk Asian Games

Rizki Ati Hulwa - detikFinance
Foto: Rizki Ati Hulwa/detikcom Foto: Rizki Ati Hulwa/detikcom
Jakarta - PT PLN (Persero) PLN pastikan pasokan listrik untuk Asian Games 2018 di Jakarta dan Palembang aman. Bahkan PLN merogoh kocek hingga Rp 5,7 triliun untuk sukseskan ajang olahraga terbesar di Asia ini.

Hal ini disampaikan dalam Apel Siaga Asian Games 2018 Jawa Bagian Barat (Jakarta-Banten) Powered by PLN Disjaya, di Lapangan bagian Timur Monas, Kamis 9 Agustus 2018.

"Anggaran yang sudah dikucurkan di PLN saja, total investasi untuk membangun pembangkit, transmisi itu mencapai Rp 5,7 triliun untuk keseluruhan listrik Jakarta, Palembang dan Jabar. Kalau untuk Jawa bagian barat (Jakarta-Banten) itu mencapai Rp 2,7 triliun," ujar Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Barat PLN, Haryanto WS, Kamis (09/08/2018).


Disampaikan Haryanto, alokasi dana sebanyak Rp 2,7 triliun untuk Jakarta dan Banten tersebut digunakan untuk kesiapan infrastruktur yang meliputi penguatan pasokan listrik (persiapan pembangkit listrik dan energi primer), seta persiapan cadangan dan alternatif yang berupa genset dan Uninterruptible Power Supply (UPS). Tak kurang dari 31 genset dan 40 UPS dipasang untuk tingkatkan kelistrikan selama Asian Games.

Selain itu ditambahkannya, tak kurang dari 87 posko siaga dengan 2.500 petugas siaga yang tersebar di area Jakarta dan Banten untuk selalu memantau kelistrikan tersebut.

Haryanto mengatakan bahwa hal yang tak kalah penting untuk menyukseskan kelistrikan Asian Games 2018 selain infrastruktur adalah kesiapan posko, kesiapan SOP, peralatan kerja dan cadangan.

"Hal yang tak kalah penting dari infrastruktur adalah pertama, kesiapan posko dan petugas pengamanan pasukan, kesiapan standar operating prosedur (SOP), kesiapan peralatan dan material cadangan," lanjut dia.

Tanggung jawab PLN Disjaya dalam menyukseskan Asian Games tak cukup sampai di situ saja, dilakukan juga pengamanan berlapis untuk pastikan pasokan listrik tetap aman.

General Manager PLN Disjaya M Ikhsan Asaad mengatakan untuk pengamanan berlapis tersebut artinya memberikan beberapa sumber tegangan dari beberapa gardu Induk.

"Artinya masuk dari beberapa sumber tegangan, dari beberapa gardu induk besar yang memasok suatu tempat tersebut. Misalnya di Jakarta ada 57 gardu induk yang salah satunya di Senayan," tutur Ikhsan.


Dijelaskannya bila dari pasokan pertama kurang atau gagal, maka hanya dalam waktu 0,3 detik daya akan berpindah pada pasokan kedua dan tak ada tanda bahwa adanya perpindahan, tak ada kedip. Contohnya saja di Gelora Bung Karno (GBK) yang di back up dengan UPS.

Bila sumber 1 dan 2 hilang (PLN dan UPS) maka, sumber dari gardu lain akan siap memasok dengan cepat dengan pemasangan genset. Di GBK sudah dipasangakan juga genset sebesar 10 megawatt (MW). Dengan hal ini maka pasokan listrik untuk GBK dan venue lainnya saat Asian Games akan tetap aman dengan pengamanan berlapis ini.

Diketahui pada Apel Siaga Asian Games 2018 Jawa Bagian Barat (Jakarta-Banten) Powered by PLN Disjaya ini juga dihadiri oleh seluruh stakeholder terkait beserta perwakilan dari para petugas yang nantinya akan standby 24 jam selama Asian Games 2018 berlangsung di Jakarta dan Banten.


Saksikan juga video 'PLN Ajak Milenial Lihat Perjuangan Melistriki Pedalaman':

[Gambas:Video 20detik]

(ega/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed