Pemerintah Rem Impor, Bagaimana Nasib Proyek Pertamina dan PLN?

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Kamis, 16 Agu 2018 18:58 WIB
Ilustrasi/Foto: Dikhy Sasra
Jakarta - Pemerintah berupaya mengurangi barang-barang impor. Langkah ini dilakukan supaya rupiah tak semakin melemah.

Lantas, bagaimana nasib proyek PT PLN (Persero) dan PT Pertamina (Persero) yang memakai barang impor?


Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno mengatakan, untuk proyek yang pembiayaannya sudah disepakati (financial closed) tak akan terganggu. Sebagai contoh, dia menuturkan, untuk turbin biasanya sudah selesai pembiayaannya.

"Seperti PLN dan Pertamina yang sudah berjalan dalam arti sudah financial closing mereka sudah order equipment seperti PLN boiler, turbin memakan dua tahun selesai," ujarnya di JCC Senayan, Jakarta, Kamis (16/8/2018).

Dia juga mengatakan, pembiayaan proyek PLN merupakan jangka panjang. Menurut Rini, hal ini tidak memberikan dampak besar ke neraca pembayaran.

"Dan proyek PLN pembiayaan dari luar dan jangka panjang dan tidak memberikan impact terhadap neraca pembayaran," ujarnya.


Sementara, untuk proyek yang belum financial close, Rini mengatakan akan mencari substitusi terutama dari produksi lokal.

"Yang belum, kita mendetailkan mana yang kemungkinan seperti boiler itu bisa dibuat Indonesia, kita minta order Indonesia. Saya bersama Menperin akan mendetailkan mana yang dibuat di Indonesia," ujarnya.

"Pertamina pun demikian seperti proyek Pertamina Balikpapan ya kita tetap jalan, kalau tidak kita lihat lagi lokal kontennya," tutupnya. (ara/ara)