Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 24 Agu 2018 21:03 WIB

Antam atau Pemprov Sulteng yang bakal Kelola Tambang Eks Vale?

Ardan Adhi Chandra - detikFinance
Foto: Eduardo Simorangkir Foto: Eduardo Simorangkir
Manado - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tengah (Sulteng) dengan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) tengah memperebutkan blok tambang nikel seluas 1.896 hektare di Bahodopi Utara, Kabupaten Morowali.

Antam dan PT Pembangunan Sulteng, perusahaan daerah (Perusda) yang dikelola Pemprov Sulteng tertarik mengelola tambang tersebut. Blok tambang tersebut merupakan wilayah pengelolaan PT Vale Indonesia Tbk (INCO) dengan status Kontrak Karya dalam periode 1968-2015.


Dirjen Minerba Kementerian ESDM Bambang Gatot Ariyono mengatakan nantinya penetapan wilayah izin usaha pertambangan khusus (WIUPK) dilakukan setelah diperoleh Kompensasi Data dan Informasi (KDI). KDI sendiri masih dihitung.

"Nanti ditetapkan menjadi WIUPK, sekarang sedang dihitung KDInya. Kompensasi Data Informasi (KDI), lagi diproses, lagi dihitung," kata Bambang di Four Points Hotel, Manado, seperti ditulis Jumat (24/8/2018).


Penawaran pengelolaan blok tambang, kata Bambang, juga belum bisa dilakukan sebelum hasil KDI didapatkan.

"Nggak bisa sebelum KDI dulu, sebelum WIUPK ditetapkan dengan KDInya belum bisa ditawarkan," ujar Bambang.

Proses KDI dilakukan secepatnya mengingat tak mudahnya mendapatkan data tersebut. Proses KDI juga membutuhkan dana yang tidak sedikit.

"Sesegera mungkin karena datanya susah dapatnya," kata Bambang.


Direktur Utama PT Pembangunan Sulteng Suaib Djafar mengatakan beberapa waktu lalu ada keanehan dalam proses tender. Pada Maret 2018 Perusda mendapatkan dokumen tender untuk WIUPK Produksi Bohodopi berikut nilai Kompensasi Data dan Informasi (KDI) WIUPK Produksi sebesar Rp 32 miliar.

Namun, pada Mei 2018 terjadi perubahan status menjadi WIUPK Eksplorasi dan juga kenaikan KDI menjadi Rp 184,8 miliar.

"Ini membingungkan perusda karena status WIUPK yang turun namun harga KDI menjadi hampir enam kali lipat harga sebelumnya," tambahnya.


Saksikan juga video 'Dirut Antam Ungkap Alasan di Balik Investasi Emas':

[Gambas:Video 20detik]

(ara/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com