Follow detikFinance
Rabu, 29 Agu 2018 12:40 WIB

Elpiji 3 Kg Masih Dipakai Pengusaha Bukan UMKM

Muhammad Taufiqqurahman - detikFinance
Foto: Dok. Pertamina MOR VII Foto: Dok. Pertamina MOR VII
Makassar - Tabung elpiji 3 kilogram langka di beberapa wilayah Sulawesi Selatan. Kelangkaan ini disebabkan penggunaan elpiji 3 kg yang bukan untuk peruntukannya.

"Pemeriksaan kami di lapangan, ditemukan laundry dan pengusaha rumah makan bukan UKM yang menggunakan elpiji 3 kg subsidi. Penyalahgunaan semacam inilah yang mengakibatkan masyarakat miskin malah sulit mendapatkan haknya atas elpiji 3 kg subsidi," kata Humas Pertamina MOR VII Roby Hervindo kepada detikcom di Makassar, Sulsel, Rabu (29/8/2019).


Roby menjelaskan, rata-rata stok elpiji di pangkalan Pertamina wilayah Makassar sebanyak 35 tabung per hari per pangkalan. Jumlah iitu adalah rata-rata, meski ada pangkalan yang lebih banyak stoknya tergantung dari luasan wilayah pelayanannya.

"Penyaluran elpiji 3kg subsidi di Makassar hingga kini mencapai 9.871.600 tabung. Ini sudah melebihi kuota yang ditetapkan pemerintah sebanyak 9.725.600 tabung, atau melebihi 1,5% dari kuota," terang Roby.


Berdasarkan data BPS Makassar, data penduduk Makassar tahun 2016 berjumlah 1,4 juta jiwa. Sementara angka kemiskinan di Makassar adalah 34,36%, atau sekitar 504.955 jiwa atau 126.239 keluarga dengan asumsi per keluarga terdiri dari 4 orang.

"Rerata penyaluran elpiji 3 kg subsidi di Makassar sebanyak 1.424.800 tabung per bulan. Dengan jumlah penduduk keluarga miskin serta rerata penyaluran elpiji 3kg subsidi, maka perhitungannya per keluarga miskin mendapatkan elpiji sebesar 11 tabung per bulan," ujarnya.

"Ini jika elpiji 3 kg subsidi memang hanya dikonsumsi oleh penduduk miskin, sebagaimana peruntukannya," sambung Roby.


HET untuk Makassar di pangkalan Rp 15.500 per tabung. Namun, di sekitar pangkalan resmi Pertamina terdapat pengecer-pengecer yang menjual dgn harga kisaran Rp 19.000 20.000 per tabung.

"Salah satu solusinya adalah dengan koordinasi dengan Disperindag dan Polres untuk memperketat pengawasan penyaluran elpiji 3 kg," kata Roby.


Saksikan juga video 'Gas Oplosan Dijual Murah tapi Membahayakan Masyarakat':

[Gambas:Video 20detik]

(fiq/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed