"Pilihan untuk renewable energy dan juga gas (25 persen) itu penting sekali untuk tahun 2025. Itu udara dan juga energi di Jakarta ini akan lebih baik daripada sebelumnya, karena nanti kehidupan manusia makin banyak, makin ingin sehat, makin ingin bersih, makin ingin lancar dan sebagainya," ujar JK di Balai Kartini, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Rabu (29/8/2018).
Energi terbarukan dalam bentuk hidro, geothermal, tenaga surya, hingga arus laut dikatakan JK sangat menjadi perhatian pemerintah. Untuk itu pemerintah menargetkan minimal 2 ribu megawatt listrik dari energi terbarukan setiap tahunnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Seperti saya katakan tadi, penduduk bertambah, kemakmuran menambah, golongan menengah tidak ada lagi yang masak pakai apa, semuanya listrik. Makin tinggi apartemen di mana-mana, makin pakai listrik contohnya," terang JK.
"Karena di apartemen tidak masak pakai gas, tapi masak dengan listrik. Begitu juga makin banyak ibu bekerja makin banyak pakai listrik, mesin cuci, kulkas, rice cooker. Rumah-rumah sederhana pun sekarang sudah punya, dan semua itu intinya energi," imbuhnya.
Saksikan juga video 'Nasib Subsidi Listrik yang Bebani Negara':
(nvl/hns)











































