Gedung yang rencananya terdiri dari 1 unit gedung, 8 lantai, dan 1 unit ballroom dengan total luas bangunan 32.353 m2 yang berdiri di atas lahan seluas 2,37 hektare ini ditargetkan mampu menampung sekitar 1.000 orang karyawan.
"Perusahaan yang pertumbuhan usahanya bagus maka dapat terlihat dari adanya pembangunan gedung, penambahan karyawan dan ekspansi usaha. Peletakan batu pertama pembangunan Gedung Kantor Utama PT Inalum (Persero) di Kuala Tanjung hari ini, menunjukkan kinerja Inalum yang baik dan diharapkan akan terus maju. Saya berharap ke depannya Inalum akan menjadi tempat tujuan studi banding bagi perusahaan-perusahaan peleburan aluminium di dunia," demikian dikatakan Direktur Utama Inalum, Budi G. Sadikin dalam keterangan tertulis, Sabtu (1/9/2018).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal itu dikatakan Budi saat Groundbreaking gedung Inalum ini telah dilakukan pada Kamis (30/8) di Kuala Tanjung dengan dihadiri oleh jajaran Manajemen Inalum serta instansi pemerintah pusat dan daerah.
Gedung tersebut dirancang oleh PT Wiratman selaku konsultan perencana dan dalam pelaksanaan konstruksinya dibantu oleh PT Yodya Karya (Persero) selaku konsultan manajemen konstruksi. Adapun kontraktor pelaksana konstruksi adalah PT PP (Persero) yang memenangkan proses tender terbuka yang diadakan oleh Inalum.
Sponsor proyek yang juga merupakan Plt Direktur Pelaksana merangkap Direktur Pengembangan dan Bisnis Oggy Achmad Kosasih mengungkapkan bahwa pembangunan gedung Inalum ini selain untuk mendukung pengembangan bisnis Inalum juga untuk memenuhi kebutuhan perkantoran di kawasan Kuala Tanjung yang berkembang cukup pesat ke depan.
Selain digunakan oleh Inalum, lantai 6, 7 dan 8, juga akan diperuntukkan bagi anak usahanya, rekanan, perbankan, asuransi dan perusahaan lain di kawasan Kuala Tanjung yang lokasinya dekat dengan kawasan pelabuhan ini.
"Dengan adanya kantor yang didesain menarik, kekinian dan ditunjang dengan suasana yang dapat membangkitkan kreativitas, ide, dan interaksi karyawan dari berbagai latar bidang usaha ini diharapkan akan meningkatkan produktivitas kerja," ungkap Oggy.
Ia menambahkan keberadaan gedung Inalum akan menjadi ikon di kawasan tersebut. Di sekitar area gedung ini terdapat beberapa instansi antara lain KSOP, KAMLA, Pelindo 1, Bea Cukai dan Karantina Ikan.
Ari Suryo Purnomo selaku Manager Proyek pembangunan gedung ini menjelaskan bahwa gedung Inalum dirancang dengan konsep Green and Smart Building. Arsitekturnya memiliki unsur budaya dan kearifan lokal serta mencerminkan Inalum sebagai perusahaan di bidang peleburan aluminium.
Ia menambahkan, pada prinsipnya konsep bangunan tersebut memanfaatkan seefisien mungkin pemakaian sumber daya air, energi listrik, penyelarasan bangunan dengan alam dan lingkungan hijau sekitarnya.
Baca juga: Nasib Freeport di Bawah Tanah |
Gedung ini juga akan menawarkan working space yang cukup luas dengan fasilitas umum berupa foodcourt, fitness center, layanan perbankan (front and back office), ruang eksibisi, ballroom dengan kapasitas 1.000 orang dan area perparkiran yang mampu menampung sekitar 250 kendaraan roda 4. Sistem pengamanan gedung ini akan dimonitor secara terus menerus selama 24 jam nonstop melalui CCTV di berbagai titik.
Selain gedung perkantoran, Inalum berencana mengembangkan kawasan lain di sekitar Kuala Tanjung (kawasan B-Camp, kawasan Tanjung Gading) untuk dibangun hotel, pusat perbelanjaan, sekolah, politeknik, perumahan dan lain-lain sebagai bagian dari pengembangan bisnisnya.
Saksikan juga video 'Mampukah Indonesia Kelola Grasberg?':












































