Follow detikFinance
Selasa, 18 Sep 2018 22:26 WIB

Pemerintah Cek Dampak Biodiesel 20% Tekan Impor Minyak

Trio Hamdani - detikFinance
Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar/Foto: Grandyos Zafna Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar/Foto: Grandyos Zafna
Jakarta - Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution bertemu Wakil Menteri (Wamen) Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar membahas pelaksanaan program biodiesel 20% (B20). Bagaimana hasilnya?

Arcandra menyampaikan, pemerintah kembali mengkaji dampak pemanfaatan B20 terhadap penurunan impor bahan bakar minyak, serta dampaknya ke penghematan devisa.


"Hari ini kita mencocokkan data, mencocokkan data saja, data berapa impact-nya kepada pengurangan impor, berapa impact-nya ke devisa," kata Arcandra ditemui usai menggelar pertemuan di Kantor Kementerian Koordinator Perekonomian, Jakarta, Selasa (18/9/2018).

Arcandra menjelaskan pencocokan data terkait penerapan B20 mulai dari volume penggunaan B20, realisasi, hingga target ke depan. Hal itu dibahas untuk mengetahui apakah angka yang dipakai sejauh ini berjalan konsisten.


"Misalnya volumenya berapa, realisasi berapa, rencana berapa, tahun depan, tahun ini. Jadi itu saja, kita diskusi panjang tentang apakah angka yang kita pakai selama ini konsisten apa tidak," paparnya.

Data-data tersebut telah direkonsiliasi. Hanya saja, Arcandra belum bisa memberitahu apakah ada perubahan target penurunan impor migas dan penghematan devisa dari penerapan B20.


Jika hasilnya sudah final, akan diumumkan oleh Menko Perekonomian Darmin Nasution. Namun Arcandra belum mau menyimpulkan apakah target yang sudah dipasang tidak bisa dicapai.

"Nanti dari Pak Menko kita akan keluarkan datanya yang sudah reconcile (rekonsiliasi), bukan nggak bisa, dikonsiliasi dulu. Kan tujuan meeting hari ini rekonsiliasi data ya," tambahnya. (hns/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed