"Freeport Indonesia ini kan salah satu dalam program dan komitmen kami kepada pemerintah kita harus bangun smelter. Jadi itu satu yang harus kita bangun, tapi kami juga sedang melihat juga salah satu kondisi untuk sebenarnya smelter itu di mana," kata Rini di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis (27/9/2018).
Soal lokasi pembangunan smelter ini mempertimbangkan kondisi geografisnya. Rini menilai, karena smelter ini akan dibangun di Papua bisa mencari lokasi yang dekat dengan aliran sungai, mengingat di Papua terdapat sungai dengan aliran deras.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: 51% Saham Freeport Resmi Milik Indonesia |
"Sekarang kami sedang melihat ternyata di Papua ada sungai yang cukup deras. Itu kita sedang lihat makanya kalau pakai hydropower itu akan bagus sekali," sebutnya.
Hanya saja, menurut Rini masih ada hal-hal lain yang perlu dipertimbangkan terkait hal tersebut. Misalnya di wilayah dekat hydropower tersebut dibangun pabrik-pabrik lain sehingga tak hanya digunakan untuk kebutuhan smelter.
"Tentunya nggak bisa hanya smelter saja. Harus ada industri lain. Jadi kita sedang lihat kemungkinannya untuk pabrik pupuk, karena itu ada sulfur yang bisa kita pakai untuk pupuk, kemudian kemungkinan pabrik yang lain," tambahnya. (hns/hns)











































